Topang Kas Daerah, Sektor Kuliner Sumbang Pajak Tertinggi di Denpasar

7 hours ago 4

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar terus menggenjot penerimaan kas daerah dari sektor pajak. Berdasarkan data hingga 25 Mei 2026, realisasi penerimaan pajak daerah Kota Denpasar tercatat telah mencapai Rp735.353.609.579,63.

Capaian ini setara dengan 41,66 persen dari total target APBD Induk tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,76 triliun.

Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, IB Alit Adhi Merta, didampingi Sekretaris Bapenda, I Dewa Gede Rai, mengaku optimistis dengan tren positif ini. Pihaknya mengungkapkan bahwa aktivitas ekonomi yang stabil menjadi motor utama penggerak capaian tersebut, khususnya di sektor pariwisata, kuliner, dan utilitas.

"Hingga menjelang akhir Mei ini, realisasinya sudah lebih dari Rp735,3 miliar. Sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan/atau Minuman menjadi primadona penyumbang pendapatan terbesar bagi Denpasar," ujar Alit Adhi Merta.

Secara akumulatif, rincian realisasi dari masing-masing jenis pajak daerah di Kota Denpasar yakni PBJT Makanan dan Minuman menjadi penyumbang nominal tertinggi dengan realisasi mencapai Rp 180.901.153.307,55 atau 49,09 persen dari target Rp 368,5 miliar.

PBJT Tenaga Listrik dengan torehan Rp 116.880.948.271,00 atau 44,78 persen dari target Rp 261 miliar. BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) mencatat realisasi sebesar Rp 106.556.537.086,00 atau 40,67 persen dari target Rp 262 miliar. PBJT Jasa Perhotelan dengan sumbangsih Rp 106.116.955.373,00 atau 41,53 persen dari target Rp 255,5 miliar.

Opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) berhasil mengumpulkan Rp 93.445.015.700,00 atau 39,35 persen dari target Rp 237,5 miliar. Opsen BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) terealisasi sebesar Rp 65.437.961.400,00 atau 37,50 persen dari target Rp 174,5 air. PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) terealisasi sebesar Rp 28.253.806.173,00 atau baru menyentuh 22,60 persen dari target Rp 125 miliar. PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan mengantongi Rp 25.817.983.502,00 atau 46,52 persen dari target Rp 55,5 miliar.

Pajak Reklame meraup nilai Rp 4.471.709.610,08 atau 44,72 persen dari target Rp 10 miliar. Pajak Air Tanah tercatat sebesar Rp 3.858.333.381,00 atau 48,23 persen dari target Rp 8 miliar. PBJT Jasa Parkir berhasil mengumpulkan Rp 3.613.205.776,00 atau 48,18 persen dari target Rp 7,5 miliar.

Meskipun persentase rata-rata pendapatan sudah melewati angka 40 persen, Bapenda Denpasar berkomitmen untuk tetap menggenjot sektor pajak yang realisasinya masih tergolong landai. Salah satunya adalah PBB-P2 yang saat ini baru menyentuh angka 22,60 persen.

"Untuk PBB-P2 biasanya memang baru akan mengalami lonjakan signifikan menjelang jatuh tempo pembayaran. Namun, kami tetap melakukan upaya jemput bola, salah satunya dengan menghadirkan layanan mobil keliling langsung ke desa dan kelurahan," pungkasnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan