Jusuf Kalla Sebut Ajaran Kristen Seperti Islam Yang Halalkan Pembunuhan. Pendeta dan Influencer Langsung Minta Pembuktian Secara Terbuka!

5 hours ago 2

Oleh: Elitha Evinora Br Tarigan

Para pendeta dan umat Kristen berang terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang menyebutkan bahwa Kekristenan mengajarkan peperangan seperti Islam. Hal ini Ia katakan saat didapuk sebagai pembicara di Masjid Kampus UGM (Universitas Gadjah Mada) pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu di hadapan mahasiswa dan dosen serta akademisi UGM.

Jusuf Kalla diundang oleh UGM sebagai pembicara dengan tema ’Strategi Diplomasi Indonesia Dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar’

Bagaimana sebenarnya pernyataan Jusuf Kalla yang viral di media sosial beberapa hari belakangan ini? Berikut hasil temuan.

“Kenapa agama gampang menjadi-jadikan alasan konflik kaya di poso dan Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat (bahwa) mati atau menewaskan orang, mati atau mematikan itu syahid. Semua pihak! Kristen juga berpikir begitu, ‘kalau saya bunuh orang Islam saya syahid. Kalau saya matipun, saya syahid,” demikian kata Jusuf Kalla seperti yang dikutip redaksi dari laman resmi media sosial Youtube Masjid Kampus UGM yang ditayangkan secara langsung pada 5 Maret 2026.

Dalam tayangan tersebut, terdapat tulisan TVM SKAM UGM yang merujuk pada Takmir Masjid Kampus UGM, yang merupakan pengelola Masjid kampus UGM yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, kajian dan kuliah umum.

JUSUF KALLA SEBARKAN FITNAH DAN ‘SOK’ TAHU TENTANG KEKRISTENAN

Para netijen, influencer serta pendeta menyebut Jusuf Kalla ‘sok’ tahu atas pendapatnya tentang Kekristenan tersebut. Bahkan, tak sedikit yang melawan dan mempertanyakan alasan seorang Jusuf Kalla bisa salah dalam mempelajari sejarah.

“Saya mengatakan itu sebagai tuduhan fitnah yang keji sebab di dalam kekristenan tidak pernah diajarkan membunuh mereka yang berbeda iman atau kepercayaan. Jelas bahwa kekristenan mengajarkan kasih, pengampunan, bukan kebencian, dendam dan membunuh,” ungkap Pendeta Lukas Kusuma dari Bethany Miracle Center pada Jumat (10/4/2026) lewat akun Youtube di Bethany Miracle Center (BMC).

Ia menegaskan bahwa Yesus dalam Kekristenan tidak pernah membunuh siapapun saat Ia hidup sampai dia bangkit. Sehingga ajaran Jusuf Kalla di depan mahasiswa UGM menurutnya sangat keliru.

“Yesus justru mati demi setiap orang!” katanya.

“Jelas karena itu, Pak Jusuf Kalla keliru besar. Kekristenan tidak pernah mengajarkan untuk membunuh mereka yang berlainan agama, berlainan iman. Saya berdoa biar Pak Jusuf Kalla mendapat pencerahan yang besar tentang Yesus dan Kekristenan,”.

“Sebagai orang Kristen kami mengampuni fitnahan keji itu dan kita tidak perlu menjalankan sampai ke ranah hukum,” ungkapnya.

Meski demikian, Pendeta Lukas Kusuma memberitahu bila Jusuf Kalla sebaiknya belajar sejarah Kekristenan lewat Yesus yang dipelajari dalam Alkitab, bukan manusia lain.

Tak hanya pendeta, netizen dan influencer juga angkat bicara.

Salah satunya dari @Yerry_pattinasarany yang bicara menilai pernyataan Jusuf Kalla sangat provokatif dan menuding Kekristenan memiliki basis ajaran membunuh adalah sah dan bisa masuk surga.

“Perkataan provokatif yang disampaikan oleh Pak Jusuf Kalla sangat berbahaya di forum akademis seakan-akan Kekristenan diajarkan membunuh demi agar bisa masuk surga,” ungkapnya.

Ia menegaskan bila Yesus tidak pernah mengajarkan apa yang dikatakan oleh Jusuf Kalla. Untuk itu, Yerry mengimbau agar pihak akademis tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Jusuf Kalla.

JUSUF KALLA DITANTANG PENDETA UNTUK BUKTIKAN TUDINGANNYA KE PUBLIK

Pendeta Lukas Kusuma dari Bethany Miracle Center menantang Jusuf Kalla untuk membuktikan tudingannya ke publik tentang ajaran Kekristenan yang suka membunuh. Tujuannya agar Jusuf Kalla memahami sejarah dengan baik, bukan menuding.

“Yesus berkata kasihilah musuhmu. Yesus berkata berdoalah bagi yang menganiaya kamu. Ini bukan teori. Di kayu salib Yesus berkata, ‘Bapa ampunilah mereka’. Inilah inti ajaran Kekristenan, bukan membunuh musuh, tapi mengampuni musuh, bahkan rela mati untuk musuh,” katanya.

“Saya tantang dengan jujur. Tunjukkan satu saja perkataan Yesus yang memerintahkan untuk membunuh orang karena beda iman,” katanya.

Pendeta Lukas juga ingin mengajari Jusuf Kalla tentang Kitab Perjanjian Lama seperti Kitab Yosua dan kitab lainnya agar tahu dan mengerti tentang ajaran Kristen.

Sehingga, lanjutnya, Jusuf Kalla memahami perbedaan antara konteks moral, sejarah Kekristenan, perintah spesifik Tuhan yang tidak universal untuk dibawa ke kehidupan sekarang.

“Perintah membunuh tidak pernah diberikan ke Gereja Tuhan. Setelah Yesus datang tidak mandat untuk melakukan perang agama. Setelah Yesus datang tidak ada perintah untuk membunuh,” tandasnya.(*)

Penulis, Elitha Evinora Br Tarigan adalah Jurnalis Senior di Jakarta.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan