Bali Tribune / Dr Nyoman Gunarta (tengah)
Keterwakilan Perempuan di DPRD Badung Menurun, DP2KBP3A Dorong Kaum Wanita Aktif Berpolitik
balitribune.co.id | Mangupura - Keterwakilan perempuan di DPRD Badung mengalami penurunan pada periode legislatif terbaru. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung yang mendorong kaum perempuan lebih aktif dan percaya diri terjun ke dunia politik.
Hal itu mengemuka dalam Seminar Organisasi Perempuan bertema “Perempuan Bali antara Tradisi dan Modernisasi” yang digelar di Ruang Flamboyan Gosana DP2KBP3A Puspem Badung, Selasa (26/5/2026).
Kepala DP2KBP3A Badung, Dr. I Nyoman Gunarta, mengatakan minimnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif menjadi tantangan bersama yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan daerah.
“Perempuan harus lebih percaya diri tampil di ruang publik dan politik. Keterwakilan perempuan penting agar kebijakan yang lahir juga memperhatikan perspektif perempuan dan anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seminar tersebut menjadi salah satu upaya membuka pola pikir perempuan agar lebih berani mengambil peran dalam berbagai bidang, termasuk politik dan pemerintahan.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, para narasumber, serta organisasi perempuan seperti TP PKK Badung, GOW, Forum Puspa, dan organisasi wanita lainnya di Kabupaten Badung.
Dalam forum tersebut, peserta juga diajak memahami tantangan perempuan Bali di tengah arus modernisasi tanpa meninggalkan nilai budaya dan tradisi lokal.
DP2KBP3A Badung berharap melalui kegiatan edukasi dan diskusi tersebut akan muncul lebih banyak perempuan yang berani terjun ke dunia politik, sehingga keterwakilan perempuan di DPRD Badung ke depan dapat meningkat.


















































