Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Presiden Prabowo: Siswa Jangan Benci Orang Lain

9 hours ago 6

balitribune.co.id I Tabanan - Kecerian dan rasa bangga terpancar dari wajah para siswa di Sekolah Rakyat Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Minggu (7/6/2026) pagi. Wajar saja, hari itu sekolah yang berlokasi di Sentra Mahatmiya Bali, Banjar Anyar, Kabupaten Tabanan ini dikunjungi Presiden Prabowo Subianto.

Presiden tiba sekitar pukul 11.28 Wita dan langsung disambut antusias para siswa, orangtua siswa, guru, serta masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, disambut Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan kepala sekola SRMP 17 Tabanan. 

Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau fasilitas pendidikan sekaligus berdialog dengan para siswa. Di hadapan para siswa, Presiden menyampaikan pesan tentang sikap sopan santun, dan tidak boleh menjelek-jelekan orang.

“Belajar yang baik, belajar yang keras, patuh kepada orangtua, jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang, jangan benci orang lain. Hidup dengan baik dan rukun, itu kunci dari keberhasilan” pesan Presiden Prabowo kepada para siswa.

Selain meninjau dan memberikan motivasi kepada para siswa dan calon siswa di SRMP 17 Presiden Prabowo juga menyempatkan diri untuk menikmati makan bersama di ruang makan SRMP yang sudah disiapkan oleh panitia.

Terkait keberadaan Sekolah Rakyat ini, Presiden juga mendorong agar keberadaan Sekolah Rakyat di Bali dapat terus dikembangkan dan ditambah jumlahnya. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Sementara itu, Kepala SRMP 17 Tabanan I Putu Jaya Negara menyebutkan jika kunjungan Presiden Prabowo ini juga merupakan bagian dari kegiatan open house yang dihadiri calon siswa dan orangtua siswa. Disebutkannya Presiden ke Sekolah Rakyat memberikan motivasi tersendiri bagi para calon siswa. Dalam kesempatan tersebut, Presiden disebutkannya berpesan agar anak-anak mengikuti pembelajaran dengan baik, rajin belajar, menghormati orang tua, serta terus semangat melanjutkan pendidikan. 

“Tadi Bapak Presiden berpesan kepada anak-anak kami supaya mengikuti pembelajaran dengan baik, rajin belajar, hormat kepada orang tua, dan pesan-pesan lainnya yang membangkitkan semangat anak-anak untuk tetap melanjutkan sekolah,” jelas Putu Jaya. 

Untuk saat ini, pemerintah pusat, melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, juga berkomitmen memperluas program Sekolah Rakyat ke berbagai daerah. Bahkan Presiden mendorong agar ke depan setiap kabupaten memiliki Sekolah Rakyat, sehingga semakin banyak anak-anak yang dapat memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis. 

Tahun ini, Sekolah Rakyat di seluruh Bali menyiapkan kuota sebanyak 270 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Namun, minat masyarakat ternyata jauh melampaui kapasitas yang tersedia. 

“Untuk tahun ini, peserta yang mendaftar sudah melebihi kuota. Tadi disampaikan Bapak Menteri Sosial sekitar 400-an pendaftar untuk di Bali,” tambahnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan