Sebulan Tak Terlihat, Lansia di Baturiti Ditemukan Tewas Membusuk

5 hours ago 3

Bali Tribune / OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP dan identifikasi di dalam rumah warga Baturiti yang ditemukan sudah meninggal selama kurang lebih sebulan pada Minggu (28/6/2026).

balitribune.co.id I Tabanan - Warga Banjar Selat, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan lansia bernama Kwee Tjin Chang (76) di dalam rumahnya, Minggu (28/6/2026).

Jasad tersebut ditemukan setelah warga menaruh curiga lantaran korban sudah tidak pernah menampakkan diri selama kurang lebih satu bulan terakhir. Kecurigaan warga tersebut awalnya dilaporkan kepada Bendesa Adat, Ketut Leneng, pada Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, warga merasa janggal karena korban diketahui sudah tidak pernah keluar rumah maupun melakukan aktivitas seperti biasanya. “Atas informasi tersebut, Bendesa Adat kemudian menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Jakarta untuk menyampaikan kondisi dimaksud,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani pada Senin (29/6/2026).

Menindaklanjuti kabar tersebut, pihak keluarga akhirnya tiba di Bali pada Minggu (28/6/2026). Pihak keluarga sengaja datang ke kediaman korban untuk memeriksa kondisinya sesuai laporan. “Dengan maksud mengecek kondisi korban secara langsung di kediamannya,” kata Wiwik.

Sekitar pukul 14.00 Wita, pihak keluarga bersama bendesa adat dan sejumlah saksi lainnya memutuskan masuk ke dalam rumah untuk melakukan pengecekan secara langsung. Setibanya di dalam rumah, para saksi menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertelungkup. Jasad korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk lanjut yang ditandai dengan aroma menyengat khas pembusukan.

Kondisi korban saat itu sudah mengalami perubahan warna kulit menjadi kehitaman kehijauan, jaringan tubuh membengkak, beberapa bagian kulit mulai mengelupas, serta terdapat cairan tubuh yang keluar akibat dekomposisi lanjut. Pihak Polsek Baturiti bersama petugas medis dari Puskesmas II Baturiti yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah tersebut.

Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. “Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka terbuka yang mengarah pada dugaan tindak pidana,” tegas Wiwik.

Berdasarkan surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga, kematian korban diduga kuat dipicu oleh kondisi kesehatannya. Dalam dokumen itu, keluarga menerangkan bahwa korban memiliki riwayat gangguan mental sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RS Singasana Nyitdah, Kecamatan Kediri, dan rencananya pihak keluarga akan melakukan prosesi kremasi terhadap korban.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan