SHNet, Jakarta– Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar pelatihan talenta keamanan siber Cyber-Gig yang terintegrasi dengan peluncuran Cyber Breaker Competition (CBC) Season 3 di Jakarta Creative Hub, Kamis (16/4).
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem talenta siber yang kompetitif serta terhubung dengan peluang kerja di era gig economy.
“Pelatihan Cyber-Gig: Building Cyber Talent Ecosystem yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian integral dari rangkaian Cyber Breaker Competition Season 3. Pelatihan ini dirancang sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem talenta siber yang kuat, berkelanjutan, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam.
Mengusung semangat #WinAtEveryLevel, rangkaian CBC Season 3 dan pelatihan Cyber-Gig merupakan kolaborasi Kementerian Ekraf dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BSSN, serta Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Program ini didukung Satria Siber Nusantara (SSN) sebagai sponsor utama, serta Peris.ai dan RRQ sebagai mitra penyelenggara.
Kolaborasi lintas sektor ini menjawab tantangan generasi muda di era digital. Hasil Indonesia Millennial & Gen Z Report 2026 menunjukkan 84 persen Gen Z menginginkan pekerjaan yang fleksibel dan selaras dengan value pribadi, namun 64 persen di antaranya masih menghadapi tekanan finansial. Maka dari itu, Kementerian Ekraf mendorong penguatan gig economy sebagai solusi dengan membuka akses talenta digital ke peluang kerja global berbasis keterampilan.
“Teman-teman adalah digital native yang punya akses luas terhadap informasi. Tantangannya adalah bagaimana skill itu bisa menghasilkan, termasuk melalui remote job. Karena itu, Kementerian Ekraf bersama Peris.ai, RRQ, Satria Siber Nusantara (SSN), dan Pemda DKI Jakarta mendorong lahirnya talenta siber yang siap masuk ke ekosistem gig economy,” ujar Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan.
(Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)Pelatihan Cyber-Gig dibagi dua kelas, yaitu entry level dan expert level. Kelas entry level diikuti sekitar 35 peserta dari 17 SMK di Jakarta dengan fokus pengenalan peluang karier di bidang keamanan siber, sementara kelas expert diikuti sekitar 50 peserta dengan materi lanjutan seperti workshop Cyber Defense Lab, pengembangan karier profesional, hingga pemanfaatan skill untuk menjadi gig worker di bidang siber. Kedua kelas ini akan diisi oleh 2 narasumber: Muhammad Zaid Ghifari, seorang professional Bug Bounty Hunter yang juga merupakan Brand Ambassador CBC, dan Bagas Mukti Wibowo, Security Engineer di Peris.ai.
Sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan dengan Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Dinas PPKUKM, pelatihan Cyber-Gig difasilitasi dengan ruang-ruang yang nyaman dan memadai di Jakarta Creative Hub. Dukungan fasilitas ini menunjang kegiatan pembelajaran yang kondusif dan membuka peluang kolaborasi lanjutan ke depan.
“Jakarta Creative Hub menjadi wadah untuk program upskilling sekaligus ruang kolaborasi bagi para pegiat kreatif, yang saat ini difokuskan pada pendidikan, khususnya di bidang cybersecurity. Ke depan, kami akan terus membuka kolaborasi di berbagai bidang. Kami sangat mendukung pemanfaatan fasilitas ini, yang dapat diakses secara gratis oleh berbagai kalangan, baik generasi muda maupun profesional yang ingin beraktivitas dan mengembangkan diri di sini,” ujar Creative Manager Jakarta Creative Hub, Ayu Purwati Lestari.
Sebagai bagian dari rangkaian program, Cyber-Gig juga terintegrasi dengan Cyber Breaker Competition (CBC) yang menjadi wadah lanjutan bagi peserta untuk mengasah kemampuan secara kompetitif. Kompetisi ini menunjukkan pertumbuhan positif dan pada Season 3 hadir dengan format bertahap, sehingga peserta dapat berkembang secara progresif dari tahap pengembangan hingga kompetisi.
“Di season ini, kompetisi dibagi bertahap mulai dari CBD Regional, CBD Nasional, hingga Promotion Day, lalu CBC League. Berbeda dari sebelumnya, peserta tidak lagi berada dalam satu level yang sama, tetapi berkembang dari regional ke nasional, sehingga tetap mendapatkan pengakuan di setiap tahap dan terdorong untuk terus naik level,” jelas Head of Cyber Breaker Competition, Reza Dhio Pratama.
Rangkaian program ini pun mendapat respons positif dari peserta. Salah satu peserta kelas expert, Haikal, menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membuka wawasan baru terkait pengembangan karier di bidang keamanan siber.
“Secara keseluruhan acaranya sangat menarik dan materinya cukup mendalam, bahkan untuk peserta yang masih baru belajar. Saya juga mendapatkan insight baru, terutama dari sesi tentang tips karier di bidang bug bounty. Ke depan, mungkin bisa ditambahkan materi terkait red team dan blue team agar peserta bisa memahami peran penyerang dan bertahan dalam dunia keamanan siber,” ujar Haikal.
Program pelatihan Cyber-Gig ini juga sejalan dengan agenda pengembangan gig economy yang diinisiasi Kemenko Perekonomian, dengan menyiapkan talenta berkemampuan praktis dan siap bekerja fleksibel di pasar global. Ke depan, diharapkan semakin banyak talenta muda yang mampu memanfaatkan peluang ini untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing digital Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Satria Siber Nusantara Afri Darmawan, CEO RRQ Andrian Pauline Husein, serta Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN, Cahyono Adhifatra. (Stevani Elisabeth)


















































