SDN 5 Gubug Buktikan Pengelolaan Sampah Bisa Jadi Media Belajar Seru

5 hours ago 3

balitribune.co.id | Tabanan - SD Negeri 5 Gubug di Kecamatan Tabanan menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui pembuatan pupuk organik cair bertajuk POCARIS (Pupuk Organik Cair dari Tong Komposter). Inovasi ini menjadi bagian dari program TEBAS LESTARI (Teba Modern, Bank Sampah, Alat Komposter, dan Sirkular 3R) yang terintegrasi dengan upaya ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Program ini memanfaatkan sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering yang diolah menggunakan tong komposter. Proses pengolahan melibatkan siswa dengan pendampingan guru sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan.

Dalam proses pembuatannya, sampah organik terlebih dahulu dikumpulkan dan dipilah, kemudian dimasukkan ke dalam tong komposter. Selanjutnya ditambahkan air dan aktivator seperti EM4 atau bahan alami sejenis, sebelum ditutup dan difermentasi selama 1 hingga 3 bulan. Hasil dari proses tersebut berupa cairan lindi yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair.

POCARIS memiliki berbagai manfaat, di antaranya menyuburkan tanaman di kebun sekolah, meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, inovasi ini juga mendukung program ketahanan pangan sekolah sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa dalam memahami pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Keunggulan lain dari POCARIS adalah proses pembuatannya yang sederhana, biaya rendah, serta mampu mengubah limbah organik menjadi produk bernilai guna. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam menjaga lingkungan.

Kepala SD Negeri 5 Gubug, Ni Nyoman Dian Trisna Dewi, S.Pd, dalam pernyataanya pada Minggu (19/4) menyampaikan bahwa inovasi ini memberikan dampak positif bagi sekolah. “Melalui inovasi ini, SD Negeri 5 Gubug tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga memanfaatkannya menjadi sumber daya yang berguna. POCARIS digunakan untuk menyuburkan tanaman di kebun sekolah, sehingga mendukung program ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi POCARIS menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kreatif dan edukatif, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.

Dengan hadirnya POCARIS, SD Negeri 5 Gubug menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, produktif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara siswa dan guru.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan