Perpusnas Luncurkan Tema dan Logo HUT ke-46, Tegaskan Arah Baru Literasi Nasional

11 hours ago 4

SHNet, Jakarta— Perpustakaan Nasional (Perpusnas) meluncurkan tema dan logo HUT ke-46, di Jakarta, Senin (13/04/2026)

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Supriyanto, menjelaskan tema “46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa” bukan sekadar simbol, melainkan arah strategis dalam memperkuat gerakan literasi nasional hingga menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

Supriyanto menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-46 Perpusnas akan diisi berbagai kegiatan yang bersifat internal maupun partisipatif. Kegiatan tersebut meliputi forum ilmiah dan edukatif melalui webinar nasional dan unit kerja, promosi serta diseminasi melalui pameran fisik dan virtual, hingga program literasi dan publikasi seperti penerbitan buku tematik “100 Buku yang Mengubah Dunia”.

“Puncak peringatan akan dilaksanakan melalui upacara pada 18 Mei 2026. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memperluas partisipasi publik sekaligus memperkuat jangkauan layanan Perpusnas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan bahwa Perpusnas tidak hanya menjalankan fungsi layanan, tetapi juga berperan sebagai penjaga pengetahuan bangsa dan penggerak literasi nasional.

Menurutnya, di tengah dinamika kebijakan nasional dan efisiensi anggaran, Perpusnas tetap berkomitmen menghadirkan layanan yang efektif dan berdampak. “Efisiensi bukan berarti pengurangan layanan, tetapi bagaimana anggaran digunakan secara tepat sasaran untuk memperluas manfaat bagi masyarakat. Layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal melalui penajaman prioritas dan penguatan kualitas layanan, baik layanan fisik maupun digital,” kata Joko.

Momentum HUT ke-46 ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat ekosistem literasi nasional, serta mendorong transformasi digital, termasuk dalam pengamanan dan perlindungan koleksi digital. Upaya digitalisasi naskah kuno terus dilakukan, termasuk melalui alih wahana menjadi format yang lebih populer seperti komik, guna menjangkau generasi muda.

Perpusnas juga terus mengembangkan program inklusi literasi hingga ke desa-desa. Hal ini sejalan dengan kondisi demografi Indonesia yang didominasi generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alfa yang cenderung mengakses pengetahuan secara digital dan multimedia.

Data Perpusnas menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan. Sepanjang Januari hingga Maret, tercatat sekitar 21 juta kunjungan, dengan hampir 2.000 pengunjung per hari. Selain itu, jumlah anggota Perpusnas telah mencapai 3 juta orang yang dapat mengakses layanan melalui kartu digital.

Dalam penguatan literasi berbasis masyarakat, Perpusnas juga menggandeng berbagai kementerian dan lembaga. Bersama Kementerian Sosial, misalnya, dikembangkan 224 perpustakaan di 150 lokasi Sekolah Rakyat dengan dukungan lebih dari 291 ribu buku dan 142 anjungan digital yang dapat diakses secara daring maupun luring.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar menambahkan, Perpusnas juga melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi melalui program KKN tematik yang mendorong pembangunan hingga 20.000 perpustakaan desa. Tercatat, sebanyak 21 perguruan tinggi melibatkan sekitar 10.000 mahasiswa dalam aktivitas literasi dan pengelolaan perpustakaan selama 40 hari.

Sementara itu, Perancang Desain Logo HUT ke-46 Perpusnas, Prakasa Agrestian menjelaskan, dari sisi identitas visual, logo HUT ke-46 Perpusnas mengandung filosofi yang mencerminkan semangat pertumbuhan dan inovasi. Ikon pensil melambangkan proses aktif menulis dan penciptaan pengetahuan, buku sebagai pusat ilmu, serta tunas sebagai simbol pertumbuhan dan adaptasi Perpusnas di tengah dinamika zaman. Angka “4” mencerminkan ketegasan, sementara “6” melambangkan kesiapan berinovasi. Warna hijau merepresentasikan keberlanjutan, sedangkan biru menggambarkan kepercayaan dan stabilitas.

Melalui tema dan logo tersebut, Perpusnas berharap seluruh elemen bangsa dapat bersama-sama memperkuat literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Upaya ini bukan sekadar seremonial, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Joko.

Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, Perpusnas menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dalam situasi apa pun demi merawat pengetahuan dan memartabatkan bangsa melalui literasi. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan