KENDARIPOS.CO.ID-- Aspirasi terkait kebutuhan perumahan layak huni mengemuka dalam agenda reses masa persidangan 1 tahun 2026 Anggota DPRD Kolaka, Firlan M. Alimsyah, di Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Warga mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan bantuan rehabilitasi rumah melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Reses yang dilaksanakan di Dapil 2 yang meliputi tiga kecamatan, yakni Wundulako, Baula, dan Pomalaa, menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Namun, usulan bantuan rehab rumah menjadi salah satu yang paling menonjol.
Firlan mengungkapkan, dari enam kelurahan/desa yang ia kunjungi, empat di antaranya secara khusus menyampaikan permintaan bantuan perumahan layak huni. Keempat wilayah tersebut adalah Kelurahan Lamekongga, Kelurahan Kowioha, Desa Tikonu, dan Desa Puulemo.
“Mayoritas warga berharap adanya program bantuan rehab rumah melalui APBD maupun APBN, karena masih banyak rumah yang kondisinya memprihatinkan dan belum layak huni,” ujar Firlan.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menambahkan, kondisi ini cukup ironis. Pasalnya, sebagian besar warga yang mengusulkan bantuan tersebut tinggal di sekitar kawasan pertambangan.
Menurut Firlan, hal ini menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran mendatang. Ia menilai, keberadaan aktivitas tambang di wilayah tersebut seharusnya turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti hunian yang layak.


















































