Mulai Diterapkan, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk Resmi Disterilisasi

22 hours ago 12

Bali Tribune / STERILISASI - Pelabuhan di lintasan Gilimanuk-Ketapang menjadi salah satu sasaran implementasi penuh sterilisasi yang telah diterapkan mulai Rabu (5/8) bersamaan di enam pelabuhan utama di Indonesia

balitribune.co.id | Negara - Sterilisasi kini telah diterapkan secara penuh pada pelabuhan di lintas Ketapang-Gilimanuk. Sterilisasi pelabuhan ini secara serentak diimplementasikan bersama empat pelabuhan utama lainnya, yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Kayangan, dan Lembar pada Rabu (5/8/2026).

Pada hari pertama implementasi, pengendalian kawasan pelabuhan berjalan sesuai rencana melalui pengaturan akses yang lebih tertib, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional, penataan aktivitas di area pelabuhan, serta penguatan pengawasan melalui sinergi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam membangun budaya operasional yang semakin disiplin, sekaligus memastikan seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung sesuai standar keselamatan dan keamanan.

Di pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk dilakukan pengaturan akses berbasis zonasi sehingga area operasional hanya dapat diakses oleh petugas sesuai tugas dan kewenangannya. Rangkaian persiapan telah dimulai sejak Senin (20/7/2026). Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan selama masa transisi, jajaran ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi kepada pengguna jasa dan pelaku usaha, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.

Seluruh sistem dipastikannya berjalan optimal sejak hari pertama implementasi. "Hari ini menjadi tonggak penting transformasi layanan penyeberangan nasional. Sterilisasi bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar. Kami percaya pelabuhan yang aman melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat pada layanan penyeberangan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pelabuhan di lintas penyeberangan Gilimanuk dan Ketapang menjadi salah satu sasaran penerapan penuh (go live) sterilisasi.  Setelah melalui tahapan sosialisasi, Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk disterilisasi. Selain Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk Kebijakan ini akan secara resmi diberlakukan bersamaan di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Kayangan, dan Lembar. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan Implementasi di setiap pelabuhan disesuaikan dengan karakteristik operasional masing-masing pelabuhan.

Pada lintasan Ketapang–Gilimanuk, fokus diarahkan pada peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, penguatan kepatuhan penggunaan APD, serta patroli gabungan secara rutin. Berbagai aspek kesiapan dipastikan telah dimatangkan bersama seluruh pemangku kepentingan. Pihak ASDP menyebut kebijakan ini sebagai upaya memperkuat keselamatan, keamanan, dan ketertiban operasional kawasan pelabuhan.

“Mulai 5 Agustus, kita memasuki fase implementasi penuh sterilisasi di enam pelabuhan utama. Ini bukan sekadar perubahan tata kelola kawasan pelabuhan, tetapi juga perubahan budaya operasional yang menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kedisiplinan sebagai prioritas utama,” ungkap Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo dalam keterangan resminya pada Senin (3/8) sore.

Selain sosialisasi ke seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, pihaknya juga telah melakukan pemasangan rambu dan media informasi, pendataan berbasis teknologi Face Recognition, optimalisasi One Gate System (OGS), pendistribusi alat pelindung diri berupa rompi dan helm keselamatan bagi pengguna area operasional, penataan arus kendaraan, dan penguatan patroli gabungan serta sistem pengawasan.

Pihaknya menyatakan penerapan penuh sterilisasi di kawasan pelabuhan ini sejalan dengan komitmen para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jasa penyeberangan, “Dengan dukungan seluruh stakeholder, kami optimistis implementasi ini akan memperkuat keandalan layanan penyeberangan sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat," tandasnya.

Begitupula yang diungkapkan Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale. Implementasi sterilisasi dilaksanakan dengan kolaborasi erat antara regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat. "Dukungan yang kami terima sejak dari sosialisasi menunjukkan adanya kesamaan komitmen untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.

Pihaknya optimistis implementasi sterilisasi pelabuhan ini menjadi tonggak penting modernisasi layanan penyeberangan nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyeberangan Indonesia yang semakin andal, aman, dan berstandar internasional. “Sterilisasi ini menjadi langkah bersama membangun layanan penyeberangan yang semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan," tandas Windy.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan