KENDARIPOS.CO.ID -- Sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai program studi peserta KKN Berdampak Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan konservasi tumbuhan endemik Sulawesi di Desa Larolanu, Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana.
Selain menjalankan program kerja sesuai bidang keilmuan seperti hidroponik, pembuatan biobriket, serta pengembangan Toga (tanaman obat keluarga). Mahasiswa KKN juga melakukan kegiatan penyelamatan jenis pohon endemik dan terancam punah, salah satunya Xanthostemon confertiflorus.
Giat ini dilakukan melalui pengamatan lapangan dan pengambilan anakan alam, yang selanjutnya akan dibibitkan di pembibitan Kebun Raya UHO.
Prodi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UHO Amina, mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka upaya konservasi jenis endemik dan terancam punah sekaligus mendukung upaya UHO melalui UPA Kebun Ilmu Hayati (sebagai Pengelola Kebun Raya UHO) untuk konservasi ex-situ tumbuhan endemik Sulawesi.
"Selain itu, kegiatan ini juga dapat mendukung SDGs 15 (Life on land). Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati UHO mendukung penuh upaya konservasi yang diikhtiarkan oleh mahasiswa KKN. Kami terus melakukan upaya penyelamat jenis endemik dan jenis lain yang diamanatkan oleh Master Plan Kebun Raya UHO,” ungkapnya, Minggu (15/2/2026).
Dalam waktu dekat ini kata dia, Kebun Raya UHO akan membangun taman endemik sulawesi, taman eboni sulawesi, taman Myrtaceae, taman palem Sulawesi dan taman Zingeberceae.
“Semoga Kebun Raya UHO terus melakukan upaya konservasi tumbuhan,” tutupnya. (win)


















































