Bali Tribune / NGELAWANG - Atraksi Barong Ngelawang di Desa Wisatawan Penglipuran.
balitribune.co.id I Bangli - Jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kelurahan Kubu Bangli pada momen hari Raya Galungan hingga Kuningan cukup tinggi. Dalam rentan waktu sepuluh hari yakni dari tanggal 17 Juni sampai 27 Juni 2026 tercatat jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata yang terkenal dengan kebersihan dan arsitektur tradisional Bali mencapai ribuan pengunjung.
Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa mengatakan meskipun pada perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini tidak terdapat pemasangan penjor sebagaimana biasanya, namun minat wisatawan untuk berkunjung tetap menunjukkan angka yang tinggi. ”Tentu kondisi ini membuktikan bahwa daya tarik utama Desa Wisata Penglipuran tidak hanya terletak pada keindahan penjor, tetapi juga pada kekayaan budaya, kehidupan masyarakat adat, serta suasana desa yang tetap lestari dan terjaga.,” ujarnya Minggu (28/62026).
Kata I Wayan Sumiarsa, sebagaimana tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, pengunjung yang datang pada momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan memperoleh atraksi budaya tambahan berupa Tradisi Ngelawang. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Adat Penglipuran sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Galungan.
Menurutnya melalui tradisi ngelawang, wisatawan tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memahami makna filosofis, nilai-nilai spiritual, serta fungsi tradisi tersebut dalam kehidupan masyarakat Bali. “Pengalaman ini memberikan ruang bagi wisatawan untuk belajar secara langsung mengenai budaya lokal melalui interaksi yang alami dengan masyarakat,” jelas Sumiarsa.
Atraksi Tradisi Ngelawang telah menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran selama momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan, sebagai bentuk komitmen desa dalam memberikan pengalaman wisata budaya yang berkualitas sekaligus memperkenalkan warisan budaya Bali kepada masyarakat luas. ”Seluruh pengalaman budaya tersebut dapat dinikmati wisatawan tanpa dikenakan biaya tambahan,” jelasnya.
Disinggung untuk jumlah kunjungan wisatawan, kata Sumiarsa berkaca dari data jumlah kunjungan selama Galungan dan Kuningan per harinya hampir mencapai 3.185 wisatawan yang terdiri wisatawan domestic sebanyak 2.738 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 446 orang wisatawan.
Menurutnya tingginya kunjungan wisatawan pada momentum Galungan dan Kuningan menunjukkan bahwa Penglipuran memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada keindahan visual, tetapi juga pada kekuatan tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat adat. “Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif, autentik, dan berkelanjutan bagi setiap pengunjung," ungkap Sumiarsa.
Desa Wisata Penglipuran berkomitmen untuk terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, berlandaskan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengalaman wisata yang autentik sehingga setiap kunjungan tidak hanya menjadi perjalanan wisata, tetapi juga sarana pembelajaran mengenai nilai-nilai budaya Bali.
Dalam kesempatan ini pihaknya menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme wisatawan yang terus menjadikan Penglipuran sebagai destinasi pilihan selama musim libur Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya yang menjadi identitas Desa Adat Penglipuran.

















































