Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan agenda bertajuk “Delapan Pameran Seni Visual Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta 2026”. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan pameran seni di berbagai ruang publik di Yogyakarta, program ini diharapkan mampu menghadirkan seni visual secara lebih dekat, inklusif, dan kontekstual bagi masyarakat luas.
Agenda ini sekaligus menjadi bentuk pembelajaran praktik dari mata kuliah Tinjauan Kelola Pameran (TKP) #1, yang berfokus pada studi manajemen pameran. Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Mikke Susanto, MA., Dian Ajeng Kirana, M.Sn. dan Emillo In Zighana, M.Sn. Melalui kerjasama dengan berbagai lembaga, agenda ini terbuka untuk umum, baik yang gratis maupun yang berbayar.
Ketua Jurusan Tata Kelola Seni, Dr. Trisna Pradita, M.M. mengatakan “Agenda tahunan ini sangat berguna bagi mahasiswa dalam membaca perkembangan event dan sekaligus keahliannya di bidang pengelolaan seni.”
Delapan pameran yang diselenggarakan mulai 23 April hingga 13 Mei 2026 ini dilaksanakan oleh mahasiswa Angkatan 2025 sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Sebanyak lebih dari 70 mahasiswa terlibat aktif, didampingi oleh empat tenaga dosen sebagai mentor dan supervisor. Para mahasiswa terbagi dalam 8 (delapan) kelompok kerja yang masing-masing merancang, mengelola, dan merealisasikan pameran dengan tema yang berbeda yang tersebar di berbagai titik di Kota Yogyakarta.
Delapan pameran tersebut melibatkan sekitar 70 seniman. Para seniman dari dalam maupun dari luar Yogyakarta yang masih aktif berkarya maupun yang telah wafat, dilibatkan sebagai bagian dari upaya membangun dialog lintas generasi dalam seni rupa.
Praktik display di mata kuliah Tata Kelola Pameran #1 bersama PT Helutrans Artmove di Galeri RJ. Katamsi ISI Yogyakarta. Foto: Prodi TKS ISI YogyakartaLokasi penyelenggaraan meliputi berbagai ruang alternatif dan institusi seni, antara lain On the Pop Cafe, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Sangkasa Gallery, Bale Black Box Laboratory, Bakmi Maju Tak Gentar, Survive! Garage, serta JNM Bloc, yang mencerminkan keragaman ekosistem seni di Yogyakarta, dari ruang seni hingga ruang keseharian seperti kafe dan tempat makan.
Melalui agenda ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal beragam bentuk praktik seni visual sekaligus memahami dinamika di balik pengelolaan pameran. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang eksperimentasi sekaligus penguatan kompetensi dalam bidang tata kelola budaya, khususnya seni visual.
Lebih jauh, program ini juga menjadi respons terhadap tantangan zaman dengan mendorong seniman untuk terus berkarya dan beradaptasi dalam berbagai kondisi dan situasi, sekaligus memperkuat jejaring antara akademisi, seniman, dan publik.
Narahubung:
Jurusan Tata Kelola Seni
Zigha +62 813-3129-0583 & Ajeng +62 815-7889-1632 (sur)


















































