Waspada Banjir ! La Nina Belum Berakhir di Februari, Potensi Curah Hujan Tinggi

4 days ago 8

KENDARIPOS. CO. ID -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja memutakhirkan kondisi fenomena iklim global El Niño–Southern Oscillation (ENSO) pada Dasarian III Januari 2026 yang dirilis pada 3 Februari 2026.

Hasil pemantauan menunjukkan, ENSO masih berada pada fase La Nina. Hanya saja, statusnya sudah lemah. Namun kondisi ini tetap berkontribusi terhadap peningkatan potensi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Pemutakhiran ini menjadi bagian dari upaya BMKG memahami dinamika iklim terkini, serta memprediksi dampaknya terhadap pola cuaca dan hidrometeorologi di Tanah Air.

Berdasarkan analisis BMKG, indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar -0,5, yang masuk dalam kategori La Nina lemah. Nilai tersebut menunjukkan masih adanya anomali suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) negatif di Samudra Pasifik tengah hingga timur.

Kondisi ini menyebabkan pasokan uap air ke wilayah Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi netral atau El Nino, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur dan selatan.

BMKG memprakirakan fase La Nina lemah tidak akan bertahan lama. Berdasarkan berbagai model prediksi iklim, kondisi ENSO diprediksi berangsur beralih menuju fase netral pada Februari hingga Maret 2026.

Meski demikian, BMKG mengingatkan dampak La Nina dapat dirasakan dalam beberapa waktu ke depan, khususnya terhadap intensitas dan distribusi curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pemutakhiran tersebut, BMKG mencatat kondisi La Nina lemah berpotensi memicu curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, dengan intensitas lebih dari 150 mm per dasarian di sejumlah wilayah. Antara lain, sebagian Pulau Timor bagian barat, sebagian Kalimantan Timur, sebagian wilayah Papua termasuk Sulawesi.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan