Tidur Pulas Berubah Petaka, Banjir Terjang Subagan Saat Warga Terlelap

12 hours ago 7

hanyut

Bali Tribune / BANJIR - terjangan banjir yang menghanytkan sejumlah motor milik warga di Desa Subagan, kelurahan Subagan, Karangasem sejak Minggu malam hingga Senin (27/7/2026) dini hari

balitribune.co.id | Amlapura - Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem sejak Minggu malam hingga Senin (27/7/2026) dini hari memicu banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi terparah berada di Desa Subagan, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, di mana terjangan air bah menghanyutkan sepeda motor, ternak, hingga merendam permukiman warga.

Banjir dilaporkan datang secara tiba-tiba sekitar pukul 01.30 Wita saat warga sedang tertidur lelap. Luapan air yang masuk dengan cepat ke dalam rumah membuat warga panik dan tak sempat menyelamatkan harta benda. Akibatnya, barang elektronik dan perabotan rumah tangga terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter.

"Kejadiannya sangat tiba-tiba sekitar pukul 01.30 Wita. Di desa kami ini biasanya tidak pernah terjadi banjir. Saat kami tidur, air masuk ke dalam rumah dan kamar. Arusnya sangat deras, bahkan motor Nmax saya sampai terseret hanyut," ungkap Ni Ketut Karmini, salah satu warga yang menjadi korban.

Selain sepeda motor, banjir juga menghanyutkan sejumlah ternak babi dan ayam milik warga yang berada di dalam kandang. Pada Senin pagi, warga bergotong royong melakukan evakuasi. Salah satu motor milik Ni Ketut Karmini yang sempat tersangkut di gorong-gorong akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan.

Pascabanjir surut, warga langsung berupaya membersihkan lumpur yang menggenangi tempat tinggal mereka agar rumah dapat kembali ditempati.

Camat Karangasem, I Wayan Gusita, yang meninjau langsung lokasi bencana bersama Lurah Subagan, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Kondisi ini diperparah oleh tumpukan sampah di aliran sungai yang menyumbat saluran air.

"Hasil pantauan kami, ada enam rumah yang terdampak banjir dan saat ini kondisinya sudah surut. Kami juga mencatat adanya senderan sungai yang jebol," jelas Wayan Gusita.

Pihak kecamatan kini telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karangasem untuk melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh. Wayan Gusita pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

"Kami minta warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran drainase. Hal ini sangat krusial agar risiko banjir dapat diminimalisir di masa mendatang," tegasnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan