Ramadan: Menuju Revolusi Takwa yang Nyata

16 hours ago 5

kendaripos.co.id

Oleh: Irwansyah (Pegiat Literasi Islam)

Pernahkah kita bertanya-tanya, mengapa setiap tahun kita melewati Ramadan, namun seolah-olah dunia di sekitar kita tidak banyak berubah? Kita menahan lapar belasan jam, memenuhi masjid di malam hari, lalu merayakan Idul Fitri dengan baju baru, namun setelah itu, kehidupan kembali ke setelan pabrik. Jika Ramadan hanya dianggap sebagai ritual tahunan yang datang dan pergi seperti musim, maka kita telah melewatkan sebuah momentum strategis yang sebenarnya dirancang untuk mengubah wajah peradaban.

Ramadan sebenarnya bukan sekadar perlombaan menahan dahaga di bawah terik matahari. Ia adalah sebuah madrasah, sebuah laboratorium spiritual yang tujuannya telah dipatrikan dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an, melahirkan pribadi yang bertakwa. Namun, di sinilah letak tantangannya. Sering kali, kita memahami takwa dalam ruang yang sangat sempit seolah takwa hanya urusan kita dengan sajadah dan tasbih. Padahal, jika kita membedah makna takwa lebih dalam, kita akan menemukan bahwa ia adalah energi besar yang seharusnya mampu merembes ke seluruh aspek kehidupan, mulai dari meja makan hingga meja birokrasi.

Takwa Bukan Sekadar Urusan Langit

Dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah SWT memanggil orang-orang beriman dengan sapaan yang mesra namun penuh tanggung jawab. "Ya ayyuhalladzina amanu..." Ujung dari ayat tersebut adalah "la‘allakum tattaqun" agar kamu bertakwa. Ayat ini menjadi fondasi bahwa orientasi utama puasa adalah transformasi karakter. Namun, mari kita jujur, apakah takwa yang kita kejar selama ini sudah sesuai dengan harapan Sang Pencipta?

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan