KENDARIPOS.CO.ID-- PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya di Kabupaten Kolaka. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) terkait pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC) yang digelar di Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga Desa Ulu Baula mulai dari anak-anak hingga lansia tampak hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Camat Baula, Syahrial Darmawan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Vale yang terus menghadirkan edukasi kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting mengingat kasus DBD di wilayah Baula masih kerap terjadi.
“Kasus DBD di Kecamatan Baula cukup sering terjadi. Pada tahun 2025 tercatat empat kasus, sedangkan pada tahun 2024 mencapai 20 kasus. Tentu pada tahun 2026 ini kami tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting terutama menjelang musim penghujan yang identik dengan meningkatnya risiko penyebaran DBD.
“Olehnya itu kami berterima kasih kepada PT Vale yang telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna meningkatkan derajat kesehatan keluarga.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD. Penanganan biasanya dilakukan melalui perawatan medis, termasuk transfusi darah pada kondisi tertentu.
“DBD bisa menyebabkan pendarahan di hidung, telinga, bahkan berujung pada kematian. Karena itu pencegahan sangat penting. Jika ada anggota keluarga yang terindikasi DBD, segera perbanyak asupan makanan dan minuman untuk mengganti cairan tubuh yang hilang,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa nyamuk penyebab DBD berkembang biak di air bersih yang tergenang, seperti di selokan, pot bunga, atau kolam yang tidak terawat.
Pencegahan dapat dilakukan melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup rapat wadah yang berisi air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air.
“Untuk pencegahan tambahan bisa dilakukan fogging serta memelihara ikan pemakan jentik nyamuk di kolam,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manajemen PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, menegaskan bahwa risiko DBD biasanya meningkat saat musim penghujan sehingga langkah pencegahan harus dilakukan lebih dini.

“Jika satu orang terkena DBD, maka orang di sekitarnya juga berpotensi tertular. Kelompok yang paling rentan adalah balita karena daya tahan tubuhnya masih lemah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penanganan penyakit seperti DBD dan TBC tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan DBD dan TBC adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami rutin melaksanakan kegiatan promosi kesehatan setiap bulan di Kecamatan Baula dan Pomalaa,” katanya.
Sementara itu, Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, menjelaskan bahwa kegiatan Promkes merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di desa-desa wilayah pemberdayaan.


















































