Kepala BRIN Prof Arif Satria Tekankan Tiga Peran ADPIKI dalam Hilirisasi Riset dan Inovasi

19 hours ago 7

SHNet, Bogor- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria saat  menjadi pembicara kunci pada Deklarasi, Pelantikan Pengurus, Simposium Nasional, dan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) di Bogor, Kamis, (07/05/2026) memberikan tekanan pada tiga peran yang dapat dilakukan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi (ADPIKI) dalam hilirisasi riset dan inovasi.

Ketiga peran yang dapat dimainkan ADPIKI adalah pertama,  membangun sinergi pengetahuan nasional. Dalam kaitan ini  ADPIKI harus menjadi simpul penghubung nasional dalam semangat pentahelix—menyatukan akademisi, pemerintah, industri, masyarakat, dan media. Kedua, mempercepat hilisasi riset ilmu komunikasi. Disebutkan ADPIKI dapat mendorong riset yang bergerak dari teori ke instrumen, dari observasi ke solusi, dan dari publikasi ke utilisasi.

Dan ketiga, menjaga etika peradaban digital, “ADPIKI diharapkan dapat turut menjaga integritas informasi, kualitas dialog publik, literasi masyarakat, dan nilai kemanusiaan,” ujar Arif Satria dalam paparan materi bertajuk  “Peran Ilmu Komunikasi:  Sinergi dan Hilirisasi Riset Masa Kini dan Masa Depan”

Pelantikan pengurus pusat ADPIKI periode 2026–2031

Menyinggung peran dan sumbangan ilmu komunikasi, Arif Satria yang juga Guru besar IPB ini mnyarankan Ilmu komunikasi perlu didesain ulang. Para dosen dan peneliti ilmu komunikasi jangan hanya menjadi konsumen konsep, konsumen teori, dan konsumen pengetahuan. Riset-riset komunikasi harus sampai pada level menghasilkan teori besar.

”Ke depan, ilmu komunikasi tidak bisa mandiri, tapi beririsan dengan disiplin ilmu lainnya seperti sosiologi,  psikologi, dan lainnya, sehingga menjadi riset lintas disiplin. Masa depan ilmu komunikasi tergantung pada para dosennya. Maka ciptakan pengetahuan baru, sebagai modal riset universitas,” tandas Arif Satria.

Acara deklarasi, pelantikan pengurus, simposium nasional,  raker ADPIKI ini dihadiri langsung 183 pengurus dan anggota dari 230  anggota yang sudah mendaftar di ADPIKI mengingat keterbatasan tempat. Selan Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria,  hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan ADPIKI Prof. Dr. Anter Venus, Ketua Dewan Pakar ADPIKI Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Ketua Umum ADPIKI Dr. Heri Budianto, para pengurus, ketua asosiasi, serta undangan lainnya.

Ketua Umum ADPIKI Dr. Heri Budianto, M.Si. ketika memberikan sambutan

Perkuat Posisi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi

Sementara itu, Ketua Umum ADPIKI Dr. Heri Budianto, M.Si. mengatakan pembentukan ADPIKI merupakan langkah konsolidatif untuk memperkuat posisi dosen dan peneliti ilmu komunikasi sebagai komunitas epistemik yang solid dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional. Menurutnya, hingga saat ini belum ada wadah nasional yang secara khusus merepresentasikan dosen dan peneliti ilmu komunikasi dalam percaturan kebijakan pendidikan tinggi dan riset nasional.

“ADPIKI hadir untuk membangun representasi kolektif dosen dan peneliti ilmu komunikasi, memperkuat legitimasi profesi, serta mengintegrasikan jejaring riset nasional guna meningkatkan daya saing publikasi, inovasi, dan hilirisasi keilmuan komunikasi,” kata Heri Budianto.

Heri Budianto  menjelaskan keberadaan ADPIKI diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pengajaran dan penelitian ilmu komunikasi yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital dan AI. Selain itu, ADPIKI juga diharapkan menjadi ruang sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan praktisi komunikasi dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa, termasuk penguatan literasi publik, tata kelola informasi nasional, demokrasi digital, dan pengembangan industri kreatif.

“Kami ingin ADPIKI menjadi wadah yang mampu menyatukan gagasan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata ilmu komunikasi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia internasional,” ujar Heri.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan organisasi profesi komunikasi nasional serta  Prof Chris Bennett, mitra internasional dari University of British Columbia (UBC), Kanada. Selain simposium nasional, agenda kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi resmi berdirinya ADPIKI, pelantikan pengurus pusat periode 2026–2031, dan Rapat Kerja Nasional pertama sebagai langkah awal penguatan jejaring dosen dan peneliti ilmu komunikasi di Indonesia. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan