Harga Telur Ayam Merangkak Naik, Peternak Sumringah

4 hours ago 4

telur

Bali Tribune/AMBIL TELUR - Peternak ayam petelur I Wayan Suparta saat mengambil telur.

balitribune.co.id I Bangli - Memasuki bulan puasa harga beberapa kebutuhan pokok alami kenaikan termasuk harga telur ayam. Kenaikan harga telur berkisar Rp 1000 per cry dan tidak menutup kemungkinan harga telur ayam akan terus merangkak naik.

Salah satu peternak ayam petelur I Wayan Suparta mengatakan kenaikan harga telur telah berlangsung sejak sepekan lalu. Peternak asal Desa Pengiangan Susut ini mengatakan kenaikan harga telur terjadi pada semua ukuran telur   Semisal untuk harga telur ukuran besar (TB) sebelumnya Rp 50 ribu naik menjadi Rp 51 ribu per cry demikian juga untuk telur ukuran tanggung. ”Hasil produksi telur kami baru sebatas untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal ,” ujar Suparta, Selasa (10/3/2026).

Kata Suparta, naiknya harga telur mungkin dikarenakan permintaan telur meningkat  memasuki bulan puasa. Tidak menutup kemungkinan jelang idul fitri harga telur bisa naik lagi. Suparta yang mengaku sudah menggeluti usaha peternakan ayam petelur sejak 13 tahun lalu.  Dengan populasi ayam sebanyak 10 ribu ekor  dia mengaku bisa menghasilkan telur minimal sebanyak 8000 ribu butir telur, “Jika dihitung bisa hasilkan telur sebanyak 266 terai per hari,” sebutnya.

Disinggung untuk harga pakan, kata Suparta dibalik naiknya harga telur untuk harga pakan  masih relatif stabil. Untuk harga jagung  Rp 6 ribu per kilo dan konsentrat Rp 8 ribu per kilo serta dedak Rp 4500 per kilo. Dengan jumlah populasi ayam sebanyak 10 ribu ekor  untuk  biaya pakan ayam sekitar Rp 8 juta per hari. “Astungkare dengan harga telur seperti saat ini kami selaku peternak bisa bernafas lega,” sebut Wayan Suparta. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan