Capaian SPM TBC Tabanan Tembus 123 Persen, Bupati Sanjaya: Terus Perkuat Strategi TOSS

15 hours ago 8

Bali Tribune / KESEHATAN - Pertemuan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Tabanan, Senin (2/3), di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Upaya melindungi masyarakat dari ancaman Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC), rapat koordinasi lintas sektor digelar di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan pada Senin (2/3) sebagai langkah konkret mempercepat eliminasi TBC menuju target nasional tahun 2030. Kegiatan ini menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah hingga masyarakat di tingkat desa.

Dalam rapat tersebut dipaparkan bahwa cakupan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan bagi orang terduga TBC di Kabupaten Tabanan pada tahun 2025 mencapai 123 persen, melampaui capaian Provinsi Bali sebesar 121 persen. Angka ini menunjukkan persentase masyarakat bergejala TBC yang telah memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar, termasuk diagnosis dan pemeriksaan dalam kurun satu tahun. Meski demikian, pada tahun yang sama masih terjadi peningkatan kasus TBC sekitar 7 persen, sehingga diperlukan penguatan strategi “temukan dan obati” secara optimal dan berkelanjutan.

TP2TBC Kabupaten Tabanan dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/922/03/HK/2024 dengan Pembina Bupati Tabanan, Drl I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M serta melibatkan seluruh perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan mitra penanggulangan TBC. 

Untuk mempercepat pencapaian target, Pemkab Tabanan telah menyiapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC yang mencakup enam skema utama, yaitu penguatan kepemimpinan program, peningkatan akses layanan TOSS TBC yang bermutu, intensifikasi upaya kesehatan, pemanfaatan hasil monitoring dan riset, peningkatan peran komunitas dan multisektor, serta penguatan manajemen program melalui sistem kesehatan.

Seluruh perangkat daerah dalam rapat tersebut juga menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan dukungan program ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi mewujudkan Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani yang dicetuskan oleh Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M bersama Wakil Bupati I Made Dirga, S.Sos.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan eliminasi TBC.

“Kami mengoordinasikan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan percepatan eliminasi TBC melalui wadah TP2TBC. Ini bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kerja sama diperluas dengan berbagai institusi seperti lapas, asrama, sekolah, dan tempat kerja untuk pelaksanaan skrining dan investigasi kontak.

“Jika memungkinkan, kami akan melaksanakan skrining menggunakan X-Ray pada populasi berisiko seperti kontak serumah, penderita diabetes melitus, ODHIV, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Bagi terduga TBC dengan hasil MTB negatif, tetap dilakukan pemeriksaan penunjang agar tidak ada kasus yang terlewat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran komunitas dan komunikasi publik dalam menghapus stigma terhadap pasien TBC.

“Kami bekerja sama dengan komunitas untuk edukasi, pendampingan, dan pelacakan pasien. Penyebarluasan informasi yang benar juga kami lakukan melalui media sosial bersama promosi kesehatan dan Dinas Kominfo. Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa kami libatkan untuk mengurangi diskriminasi dan stigma,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., selaku Ketua Pelaksana TP2TBC, menyampaikan bahwa penguatan kolaborasi difokuskan pada skrining dan edukasi di sekolah serta tempat kerja, pemberian dukungan sosial bagi pasien dari keluarga kurang mampu, intervensi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, penguatan penganggaran lintas sektor, serta strategi komunikasi publik yang berkelanjutan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, S.Sos menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung percepatan eliminasi TBC melalui penguatan komunikasi publik.

“Diskominfo berkomitmen mendukung percepatan eliminasi TBC melalui penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat. Kami akan mengoptimalkan kanal resmi seperti website pemerintah, media sosial, serta Tabanan Media Center agar pesan-pesan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran komunikasi dalam membangun kesadaran dan menghapus stigma terhadap pasien TBC.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi takut untuk melakukan pemeriksaan dan tidak memberikan stigma kepada pasien TBC. Melalui strategi komunikasi publik yang persuasif dan berkelanjutan, kami berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat dalam mendukung target eliminasi TBC tahun 2030,” tambahnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan