Bupati Muna Barat Datangi ASDP di Jakarta, Minta Penambahan Trip Ferry Tondasi–Torobulu

4 days ago 11
Bupati Mubar, La Ode Darwin mepresentasekan tentang kondisi pelabuhan Tondasi di Hadapan manajemen ASDP.

Kendaripos.co.id -- Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan audiensi bersama jajaran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Audiensi tersebut membahas efektivitas operasional lintasan Ferry Tondasi–Torobulu yang selama ini menjadi salah satu jalur transportasi penting bagi masyarakat Muna Barat dan sekitarnya.


Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muna Barat secara khusus meminta agar jumlah trip penyeberangan Tondasi–Torobulu ditambah, dari yang sebelumnya hanya satu kali dalam sehari menjadi dua kali. Hal itu berdasarkan animo masyarakat terhadap lintasan penyebrangan tersebut yang tergolong tinggi. "Penambahan trip ini penting agar masyarakat memiliki pilihan waktu penyeberangan. Jika tertinggal di trip pertama, masih ada trip berikutnya sehingga calon penumpang tidak ragu lagi menggunakan jasa penyeberangan," ujar La Ode Darwin.


Orang nomor satu di Mubar itu juga menyoroti kondisi lintasan yang sejak pertengahan bulan lalu tidak lagi beroperasi akibat armada masuk masa docking. Ia meminta agar lintasan Tondasi – Torobulu dapat segera diaktifkan kembali, terlebih arus mudik Lebaran yang semakin dekat.

Bupati Mubar, La Ode Darwin (kanan) bersalaman dengan Direktur Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse (kiri). Foto: Humas Pemda Mubar for Kendari Pos


Selain persoalan tersebut, La Ode Darwin juga menyampaikan harapannya agar lintasan Tondasi–Torobulu dilayani oleh satu armada khusus. Dengan begitu operasionalnya tidak lagi bergantung pada kapal lain yang sewaktu-waktu masuk docking.


Menanggapi permintaan tersebut, Direktur Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rio Lasse, menyatakan pihaknya pada prinsipnya siap mendukung, namun dengan beberapa catatan penting. Salah satunya terkait kondisi jembatan pelencengan Pelabuhan Tondasi yang saat ini sudah mengalami kerusakan dan tidak lagi memenuhi standar untuk dilalui kendaraan barang bermuatan berat.


Selain itu, pelencengan darurat yang dibangun di sisi kanan pelabuhan juga belum dapat dimanfaatkan karena arus air yang cukup deras, sehingga menyulitkan kapal untuk bermanuver. "Bahkan, saat uji coba awal, badan kapal sempat tersangkut," ungkap Rio Lasse.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan