Bupati Buteng, Azhari bersama Staf Khusus Kementerian PPN/Bappenas, Sukma Harsono.
Kendaripos.co.id -- Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terus memburu investor untuk menggerakkan ekonomi daerah. Di penghujung agenda kerjanya di ibu kota, Bupati Buteng Azhari mengamankan peluang baru setelah berdiskusi intensif dengan Staf Khusus Kementerian PPN/Bappenas, Sukma Harsono, terkait pengembangan industri berbasis potensi lokal yang dinilai mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan tersebut.
Pertemuan itu tidak sekadar silaturahmi, tetapi membahas secara teknis arah investasi yang bisa masuk ke Buton Tengah. Fokus pembicaraan diarahkan pada pemetaan sektor unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi dan kesiapan bahan baku, terutama sektor kelautan pesisir serta perkebunan yang selama ini menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat.
Bupati Azhari mengatakan bahwa pemerintah daerah menawarkan konsep pembangunan industri berbasis komoditas lokal agar aktivitas ekonomi tidak lagi berhenti pada penjualan bahan mentah. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dan stabil.
“Diskusi kami fokus pada ruang-ruang investasi di Buton Tengah yang bertumpu pada potensi sumber daya alam. Salah satu yang mendapat perhatian serius adalah peluang pengembangan industri kelapa,” kata Azhari, Kamis (5/2).
Ia menambahkan, pihak Bappenas saat ini sedang mendalami rencana pemetaan wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan industri kelapa nasional. Dalam kesempatan itu, Azhari memaparkan kesiapan Buteng dari sisi ketersediaan bahan baku, potensi budidaya pesisir, hingga peluang pengembangan perkebunan yang saling terintegrasi.
Respons pemerintah pusat cukup positif. Bahkan, Staf Khusus Kementrian PPN/Bappenas, Sukma Harsono dijadwalkan akan berkunjung langsung ke Buton Tengah bersama sejumlah pengusaha untuk melihat kondisi lapangan serta memastikan kesiapan daerah menerima investasi.
“Dalam waktu dekat beliau bersama beberapa pengusaha akan datang ke Buteng untuk melihat langsung potensi yang ada. Sehingga pembicaraan tidak hanya di atas kertas tetapi berbasis kondisi riil daerah,” tambahnya.


















































