Jakarta-Ketua Umum Bara JP, Willem Frans Ansanay mengingatkan kepada semua partai politik koalisi bahwa keberlanjutan Prabowo-Gibran merupakan kunci untuk menjaga momentum kebangkitan Indonesia.
“Kita sedang berada dalam momentum transisi yang sangat krusial. Kepercayaan rakyat yang diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka merupakan amanah yang kerja nyata tanpa henti,” jelas Frans Ansanay kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/2/2026) menanggapi keinginan sejumlah partai politik, seperti PAN untuk mendorong kader sebagai pendamping Prabowo di 2029.
Bara JP, katanya, secara sadar mendorong agar Prabowo-Gibran dua periode karena pertimbangan soliditas dan keberlanjutan. Dia mengatakan, keberlanjutan sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan global, ketidakpastian ekonomi, ketahanan pangan dan energi. Situasi ini menuntut kerja keras sehingga jangan sampai terjebak dalam kontestasi politik prematur.
Frans menjelaskan, duet Prabowo-Gibran tak sekadar simbol politik tapi merupakan pondasi untuk stabilitas nasional untuk merealisasikan program yang penting bagi bangsa dan negara.
“Saya kira, gangguan sekecil apa pun atas keselarasan dan harmoni ini menghambat akselerasi pembangunan yang sedang menjadi fokus pemerintah,” katanya.
Dia mengharapkan, partai koalisi menunjukkan kedewasaan dan bijak dalam membangun narasi publik.
“Keinginan untuk berkompetisi di masa depan adalah sah sebagai hak demokrasi, namun ketepatan waktu (timing) butuh sikap bijaksana. Saat ini, bukan waktu penjaringan calon tapi kesempatan untuk memastikan setiap janji kampanye dirasakan manfaatnya oleh rakyat di pelosok negeri,” tegas Frans.
Frans menjelaskan, saat ini rakyat membutuhkan ketersediaan pangan, realisasi program MBG yang kian baik, penuntasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja.
“Kalau terlalu cepat memunculkan kandidat baru sementara masih berada dalam koalisi tentu akan mengganggu soliditas yang sudah terjalin,” ujarnya.
Menurutnya kalau tidak bijak, maka energi akan habis untuk membangun faksi-faksi dalam pemerintahan untuk kepentingan 2029 dan ini berpotnsi memecah konsentrasi pemerintah dalam menghadapi tantangan yang ada.
“Sebaiknya tetap bersatu dalam barisan untuk melakukan kerja nyata. Sebab kerja seperti itu merupakan kampanye nyata bagi keberhasilan pemerimtahan Prabowo-Gibran. Intinya, jangan kita usik dulu kekompakan yang ada dan kenapa.kita tidak mau melihat keberlanjutan sehingga arah dan fokus tetap terjaga,” jelas Frans.
Sekali lagi, kata Frans, pihaknya menghormati hak politik dan demokrasi, tetapi hanya mengimbau agar pemerintahan ini solid merealisasikan setiap program karena itu sangat penting.
“Kami sejak awal ingin Prabowo-Gibran dua periode, tapi kalau berkompetisi ya ada waktunya. Toh, Presiden sudah melontarkan secara terbuka untuk berkompetisi pada 2029. Ya, kalau kami sangat jelas, ingin keberlanjutan melalui Prabowo-Gibran dua periode. Trend dan capain yang sudah baik ini jangan sampai terganggu,” tegasnya.
Bara JP, kata Frans, menganggap duet Prabowo-Gibran merupakan prototipe kepemimpinan yang memadukan pengalaman strategis dengan adaptasi teknologi dan gaya kepemimpinan muda. Ini yang sangat ideal dan sesuai dengan kebutuham zaman.
Selain itu, katanya, berbagai program pembangunan seperti hilirisasi, IKN dan sebagainya membutuhkan waktu lebih dari satu periode untuk mencapai hasil dan kemandirian ekonomi.
“Jadi, kalau kami dua periode bukan soal memperpanjang kekuasaan tapi bagaimana menyelesaikan apa yang telah dimulai. Kita akan menjadi besar kalau Bangsa yang besar ini mampu menjaga ritme dan momentum pembangunan tanpa selalu mulai dari nol setiap lima tahun,” tutur Frans.
Menyinggung keinginan relawan agar Jokowi jadi Wantimpres, Frans mengaku mengetahui hal itu dari video yang dikirim ke beberapa pengurus Bara JP dan menjadi bahan diskusi. “Saya kira sikap relawan itu berbeda dengan sikap Bara JP karena Bara JP tidak ingin membuat adanya resistensi antara Bapak Prabowo dan Bapak Jokowi dengan mendorong Pak Jokowi untuk mendapat restu Presiden Prabowo.
“Sebab, sepengetahuan kami, Pak Jokowi bukan tipikal orang yang senang didorong untuk suatu jabatan. Bara JP melihat seorang Jokowi sebagai figur yang menjaga kesantunan dan etikanya dengan baik. Performnya jelas. Selain itu hubungan antara Pak Jokowi dan Presiden Prabowo itu sangat harmonis dan dekat sehingga urusan jabatan Wantimpres itu bukan urusan relawan tetapi itu merupakan kewenangan Presiden,” kata Frans.
Sebagai Keum Bara JP, Frans mengingatkan semua pihak bahwa kekuatan politik Jokowi itu ada pada sikap kesantunannya dalam menghadapi segala dinamika politik yang menerpanya.
“Jadi jangan ada pihak yang memaksa kemauannya yang bisa menodai kesantunan Pak Jokowi. Bara JP hanya diinstruksikan dukung, sosialisasi Prabowo-Gibran dua Periode. Sekali lagi ya Prabowo-Gibran dua periode itu perintah Pak Jokowi kepada relawannya Bara JP,” tegasnya.(den)


















































