Bank Kebanggaan Krama Bali, BPD Bali Selangkah Lagi Naik Kelas ke KBMI 2

11 hours ago 7

balitribune.co.id | Denpasar - Bank BPD Bali mencatatkan kinerja positif pada triwulan I 2026 dan semakin mendekati target naik kelas menjadi bank kategori KBMI 2. Hingga Maret 2026, bank milik pemerintah daerah Bali tersebut berhasil membukukan modal inti sebesar Rp5,7 triliun, mendekati ketentuan minimal Rp6 triliun yang disyaratkan untuk masuk kategori KBMI 2.

Pencapaian ini sejalan dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menghapus kategori KBMI 1, sekaligus menjadi bagian dari Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang menargetkan Bank BPD Bali naik kelas pada tahun ini. Modal inti tersebut didorong oleh setoran modal pemegang saham sebesar Rp746 miliar serta kinerja keuangan yang positif sepanjang awal tahun.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., Jumat (10/4) mengatakan pertumbuhan kinerja bank ditopang oleh ekspansi kredit yang agresif namun tetap terarah, peningkatan dana pihak ketiga, serta penguatan layanan digital.

“Bank BPD Bali secara konsisten menerapkan Good Corporate Governance dalam menjaga kepercayaan publik. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, memperluas sinergi di seluruh lini, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Sudharma.

Secara kinerja, Bank BPD Bali mencatat pertumbuhan aset menjadi Rp42,71 triliun atau naik 8,23 persen secara tahunan (year on year). Penyaluran kredit mencapai Rp25,29 triliun atau tumbuh 8,66 persen, sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp35,46 triliun atau meningkat 5,36 persen.

Menariknya, lebih dari separuh kredit Bank BPD Bali disalurkan ke sektor UMKM dengan porsi 52,09 persen dari total portofolio. Hingga Maret 2026, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp550,9 miliar dan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp78,41 miliar.

Bank BPD Bali juga mencatat keberhasilan program graduasi debitur KUR melalui produk Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul, dan Maju (KUSUMA) dengan volume Rp1,27 triliun. Capaian ini menunjukkan efektivitas program pembiayaan dalam mendorong UMKM naik kelas.

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga di level rendah sebesar 0,84 persen dengan coverage ratio mencapai 454,52 persen. Angka ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dan penguatan manajemen risiko yang konsisten.

Struktur pendanaan juga tergolong efisien dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 66,13 persen, yang menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah terhadap Bank BPD Bali masih kuat. Efisiensi operasional terlihat dari rasio BOPO yang berada di level 60,12 persen.

Kinerja rentabilitas pun terjaga, tercermin dari Return on Assets (ROA) sebesar 4,31 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 30,03 persen, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 71,32 persen yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit secara sehat.

Di sisi digitalisasi, Bank BPD Bali terus memperkuat layanan teknologi informasi dan keamanan siber. Platform "BPD Bali Mobile" telah digunakan oleh 282.677 nasabah hingga Maret 2026 dan turut mendorong pertumbuhan fee-based income sebesar 24,18 persen secara tahunan.

Berbagai inovasi juga terus dikembangkan, mulai dari QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, KKI online payment, hingga QRIS crossborder yang telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Saat ini, Bank BPD Bali juga tengah mempersiapkan implementasi QRIS crossborder dengan Korea Selatan.

Dengan kinerja yang stabil, penguatan digitalisasi, serta konsistensi dalam tata kelola perusahaan, Bank BPD Bali optimistis mampu mencapai target menjadi bank KBMI 2 pada 2026 sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sejumlah penghargaan nasional yang diraih hingga triwulan I 2026 turut menjadi pengakuan atas konsistensi kinerja dan peran strategis bank dalam mendukung pembangunan Bali.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan