Bangli Kekurangan 1.049 Guru, Sejumlah Sekolah Terpaksa Andalkan Tenaga Pengabdi

1 day ago 13

Bali Tribune / Kadisdikpora Bangli , I Komang Pariartha.

balitribune.co.id I Bangli - Persoalan kekurangan guru atau  tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah  Kabupaten Bangli. Hingga kini, kebutuhan guru yang belum terpenuhi mencapai 1.049 orang. Menyiasati agar proses pembelajaran bisa berjalan, sejumlah sekolah terpaksa masih bergantung pada keberadaan guru pengabdi. 

Menyikapi realita yang terjadi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, I Komang Pariartha,  menyambut baik wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan guru sekaligus memberikan kepastian status dan kesejahteraan bagi tenaga pendidik. “Kami sangat menyambut baik wacana ini. Di Bangli kita memang kekurangan guru. Selama ini kami sangat terbantu oleh tenaga guru pengabdi di masing-masing sekolah,” ungkap Komang Pariarta, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, tenaga guru pengabdi selama ini menjadi salah satu penopang sekolah dalam menutup kekurangan tenaga pengajar. Honor bagi guru pengabdi  diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dengan ketentuan maksimal 20 persen.

Lanjut Komang Pariarta, berkaca dari data kebutuhan guru yang belum terpenuhi mencapai 1.049 orang. Rinciannya, kekurangan guru TK sebanyak 122 orang, guru SD 612 orang, dan guru SMP 315 orang.

Bahkan ada sekolah yang hanya memiliki satu hingga dua guru berstatus PNS. Kondisi ini menunjukkan masih tingginya ketergantungan sekolah terhadap tenaga pengabdi.

Disinggung untuk jumlah sekolah di Bangli , kata Komang Pariarta saat ini Disdikpora Bangli menangani 19 TK/PAUD, 164 SD, dan 28 SMP. Untuk tenaga guru, tercatat sebanyak 975 guru PNS, 563 P3K penuh waktu, 398 P3K paruh waktu, serta 825 guru pengabdi murni. 

Sementara untuk tenaga kependidikan, terdapat 124 tenaga administrasi PNS, 522 tenaga pengabdi paruh waktu, dan 242 tenaga pengabdi staf administrasi.

Penataan status kepegawaian guru menjadi penting. Selain membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik, kepastian status juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan, rasa aman, dan motivasi guru dalam menjalankan tugas. Karena itu, ia berharap proses perekrutan maupun peningkatan status kepegawaian dapat segera direalisasikan, baik melalui pengangkatan menjadi P3K penuh waktu maupun ASN PNS.

Pariartha mengingatkan para tenaga pendidik agar tetap mengedepankan loyalitas dan meningkatkan kinerja. “Jangan hanya menuntut, mari tunjukkan loyalitas dan kewajiban kita. Kinerja yang selama ini sudah bagus, mari kita tingkatkan bersama demi kemajuan kualitas pendidikan di Kabupaten Bangli,” harapnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan