Anjing Diduga Rabies Gigit Tiga Warga, Salah Satunya Wisatawan Asal China

13 hours ago 7

BANGLI, BALI TRIBUNE – Kasus gigitan anjing kembali menghantui warga di Kabupaten Bangli. Kali ini, seekor anjing yang diduga terinfeksi rabies menyerang tiga orang sekaligus pada Senin (13/7/2026) sore. Peristiwa ini cukup menghebohkan karena salah satu korbannya merupakan warga negara asing (WNA) asal China.

Salah satu korban, Ni Ketut Pitriani (42), warga Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, menuturkan kronologi kejadian. Saat itu, ia tengah berdiri di depan sebuah warung di kawasan LC Uma Aya, Bebalang. Tiba-tiba, seekor anjing berwarna putih muncul dari arah barat dan menyerangnya.

"Saya terkejut dan berniat lari ke dalam warung, namun saya terjatuh. Saat itulah anjing yang kalap itu langsung menggigit bahu kanan saya," ujar Pitriani didampingi suaminya, I Made Sujana Arta, Selasa (14/7/2026). Pitriani baru berhasil menyelamatkan diri masuk ke dalam kamar setelah anjing peliharaannya datang mengusir anjing liar tersebut.

Selain luka gigitan di bahu kanan, Pitriani juga mengalami luka lebam di bahu kiri dan luka lecet di lutut kiri akibat terjatuh. "Untuk penanganan, kami langsung ke RSUD Bangli. Namun, karena VAR (Vaksin Anti-Rabies) tidak tersedia, kami diarahkan untuk mendapatkannya di Puskesmas Kayuambua," jelasnya.

I Made Sujana Arta, yang juga menjabat sebagai Kepala Lingkungan (Kaling) Banjar Sedit, mengungkapkan bahwa warga sempat memburu anjing tersebut hingga ke depan Bangli Sport Center, namun tidak ditemukan. Baru pada pukul 19.00 WITA, pihaknya menerima informasi bahwa anjing yang ternyata memiliki pemilik itu telah berhasil dieliminasi oleh warga Banjar Kawan.

"Ternyata, selama pelariannya, anjing itu juga menggigit Ni Ketut Suciasih (54) yang tinggal di utara Rutan Bangli. Kami juga mendapat informasi bahwa anjing tersebut sempat menggigit seorang WNA asal China saat berbelanja di toko modern dekat RSUD Bangli," ungkap Sujana.

Menanggapi hal ini, Sujana berharap Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli melakukan langkah antisipasi, seperti vaksinasi masif atau eliminasi. "Kawasan LC Uma Aya memang kerap dijadikan tempat pembuangan anjing, sehingga populasi anjing liar di sini sangat banyak," keluhnya.

Sementara itu, Kaling Kawan, I Nengah Sujena, mengonfirmasi bahwa anjing tersebut telah dieliminasi. "Petugas dari Dinas PKP sudah turun mengambil sampel otak anjing tersebut untuk diperiksa di laboratorium," ujarnya.

Secara terpisah, Kasubag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Bangli, Sang Kompiang Arie Wijaya, membenarkan bahwa pihaknya sempat menangani pasien WNA asal China bernama Li Quijun (30). Pasien tiba di IGD pukul 19.07 WITA dengan luka gigitan di paha kanan. "Karena VAR tidak tersedia di RSUD Bangli, kami menyarankan yang bersangkutan untuk mencari vaksin tersebut di Puskesmas atau klinik terkait," jelasnya.

Kepala Sub Koordinator Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli, I Made Armana, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah pengambilan sampel otak anjing telah dilakukan guna memastikan apakah hewan tersebut positif rabies atau tidak.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan