KENDARIPOS. CO. ID -- Peta transportasi udara di Sulawesi Tenggara resmi memasuki babak baru. Maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 734 sukses mendarat dalam prosesi inaugural flight di Bandara Haluoleo, Kendari.
Kehadiran maskapai berbiaya rendah (LCC) ini menjadi momentum penting bagi peningkatan konektivitas wilayah sekaligus pemicu dinamika ekonomi yang lebih kompetitif di Bumi Anoa.
Gubernur Sultra yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, La Ode Fasikin, menyampaikan bahwa dampak kehadiran AirAsia sudah mulai dirasakan oleh masyarakat.
Berdasarkan informasi dari pihak pengelola bandara, harga tiket penerbangan dari dan menuju Kendari mengalami penurunan sekitar 15 persen sejak maskapai tersebut mulai beroperasi.
“Tadi disampaikan oleh Kepala Bandara bahwa harga tiket sudah turun sekitar 15 persen. Maskapai lain juga ikut menyesuaikan harga. Alhamdulillah, ini bentuk persaingan yang sehat demi kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar La Ode Fasikin, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, peningkatan jumlah maskapai juga akan memperkuat konektivitas wilayah Sulawesi Tenggara dengan daerah lain di Indonesia.
Dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi kepada manajemen PT Indonesia AirAsia yang telah memilih Kendari sebagai salah satu rute penerbangan mereka. Dimana keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan maskapai terhadap potensi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Sulawesi Tenggara.


















































