UMKM Binaan BI Bali Raup Peluang Ekspor di KKI 2026

20 hours ago 16

Bali Tribune / PENUTUPAN - Seremoni penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8/2026).

balitribune.co.id I Denpasar - Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 terus membuka peluang baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. Melalui program "business matching", UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Bali, Bali Honey, berhasil menjalin kesepakatan dagang dengan calon pembeli dari luar negeri.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarmawi mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM melalui kolaborasi, penguatan ekosistem, inovasi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Hal ini ditandai dengan capaian UMKM binaan atau mitra KPwBI Bali dalam KKI melalui 'business matching', di mana terdapat kesepakatan dagang melalui 'Letter of Intent' (LoI) antara UMKM binaan BI Bali, Bali Honey, dengan buyer luar negeri,” ujar Achris melalui keterangan tertulis di Denpasar, Sabtu (29/8/2026).

Kesepakatan tersebut mencakup LoI Bali Honey dengan TABS Pty Ltd dari Afrika Selatan senilai 24.000 dolar AS. Selain itu, Bali Honey juga menjalin LoI dengan Toko Indo Utama Pte Ltd dari Singapura senilai Rp6 juta.

Selain peluang perdagangan melalui 'business matching', transaksi daring KKI yang melibatkan UMKM mitra KPwBI Bali mencapai Rp2,7 miliar.

Achris menambahkan, peluang perluasan pasar juga terbuka bagi komoditas kopi Bali. Potensi ekspor kopi Bali ke Jepang diperkirakan mencapai Rp900 juta.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa KKI tidak hanya menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan UMKM yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, pembiayaan, serta jejaring bisnis.

Secara nasional, KKI 2026 mencatat capaian penjualan sementara sebesar Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026. Nilai tersebut meningkat 46 persen dibandingkan capaian pada 2025.

"Business matching" ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara "business matching" pembiayaan mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata capaian tiga tahun terakhir.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan keberlanjutan UMKM membutuhkan ekosistem yang kuat agar pelaku usaha dapat terus tumbuh dan meningkatkan daya saing.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam seremoni penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8). 

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari wastra, "ready to wear", makanan dan minuman, "home decor", hingga karya kreatif generasi muda.

Penyelenggaraan KKI juga didukung 27 kementerian dan lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM turut didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

Selain memperluas pasar dan akses pembiayaan, KKI juga menjadi ruang pengembangan kapasitas UMKM melalui berbagai program, di antaranya Cangkir Barista dan Citra Nusa.

Cangkir Barista merupakan program pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha. Sementara Citra Nusa diarahkan untuk meningkatkan daya saing UMKM wastra melalui penguatan kapasitas, inovasi desain, dan pengembangan produk berorientasi ekspor.

Pada KKI 2026, program Cangkir Barista menghasilkan enam juara terbaik dan empat juara terfavorit. Sementara Citra Nusa melahirkan lima juara terbaik dan tiga juara terfavorit.

Bank Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi, digitalisasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta penguatan ekosistem yang berkelanjutan.

Aida mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk lokal agar UMKM Indonesia semakin kuat dan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus bersaing di pasar global.

“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida.

Sejalan dengan semangat KKI 2026, “Beudaya MeusareSare” atau "Berdaya Bersama-sama", KKI menjadi wadah kolaborasi untuk membawa karya terbaik UMKM Indonesia semakin dikenal di pasar domestik dan membuka jalan menuju pasar global.

Bagi UMKM Bali, peluang yang diraih melalui kesepakatan dagang Bali Honey dan potensi ekspor kopi ke Jepang menjadi bagian dari langkah memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan global.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan