Trip KTM 2026 ke Destinasi Wisata Kebumian hingga Agrowisata Kebun Kelengkeng

4 hours ago 6

SHNet, Kebumen – Pada hari terakhir penyelenggaraan Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival, Sabtu (29/08/2026) masih banyak acara yang ditampilkan. Mulai trip ke tempat wisata hingga pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk di Benteng Van Der Wijck.

Sejak pagi, booth-booth peserta sudah diserbu pembeli. Di area benteng sejumlah acara pun digelar. Menjelang petang, arus masyaakat yang mendatangi event besar di Gombong ini terus mengalir hingga malam. Suasana pesta kota Kabupaten sangat kentara. Semua berbaur seperti menyatu meramaikan ajang besar kali pertama ini.

Yang tak kalah penting adalah perjalan atau trip ke sejumlah destinasi unggulan Kebumen. Sekitar 200 lebih  peserta Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 -terutama buyer dan seller, baik dari dalam maupun luar negeri dibagi dalam dua kelompok besar yakni Trip Travel Wilayah Barat dan Wilayah Timur. Masing-masing kelompok dengan dua bus dan mobil Hice serta dikawal Patwal agar perjalanan lebih lancar.

Trip Travel Wilayah Timur dipimpin Dr. Ir. Chusni Ansori, M.T., Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN sekaligus Ketua Dewan Pakar Geopark Kebumen.

Berikut ini perjalanan Kelompok Timur, destinasi pertama yang disambangi adalah Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Kebumen. Lokasinya cukup strategis, berada di seberang Alun-Alun Pancasila Kebumen dan hanya sekitar 100 meter dari Pendopo Kabumian Kabupaten Kebumen.

Begitu memasuki gedung, peserta langsung disuguhi berbagai informasi mengenai perjalanan panjang pembentukan bumi. Melalui diorama, replika, dan panel informasi interaktif, Chusni mengajak peserta memahami mengapa Kebumen memiliki kekayaan geologi yang begitu istimewa.

Penjelasan tentang batuan, fosil purba, hingga berbagai situs geologi membuat suasana kunjungan terasa seperti memasuki ruang kelas terbuka.

Namun kali ini, kelasnya bukan berada di dalam ruang sekolah. Kelas itu adalah bumi Kebumen sendiri. Karangsambung, Kisah Bumi yang Berusia Ratusan Juta Tahun

Di hadapan para peserta, Chusni menjelaskan kekayaan geologi Karangsambung yang menjadi bagian penting dari UNESCO Global Geopark Kebumen.

Beragam batuan yang ditemukan di kawasan tersebut menjadi bukti perjalanan geologi yang berlangsung selama ratusan juta tahun..

Chusni juga menjelaskan berbagai geosite, antara lain Pantai Menganti dan Goa Jatijajar, serta situs biologi dan warisan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Geopark Kebumen.

Karangsambung, kata dia, merupakan salah satu tempat penting untuk memahami sejarah pembentukan muka bumi.Tak heran kawasan tersebut mendapatkan julukan “The Mother Earth of Java.”

Dari PIG Kebumen, perjalanan kemudian berlanjut. Dua bus membawa rombongan menuju kawasan selatan Kebumen.

Tetapi perjalanan menuju Sagara dan Karangbolong belum selesai. Ada satu persinggahan yang justru memperkenalkan sisi lain potensi wisata Kebumen.Dari Sejarah Bumi Beralih ke Kebun Kelengkeng.  Rombongan mampir di Edu Agrowisata Kelengkeng Senkei, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit.

Agrowisata kelengkeng, salah satu destinasi wisata unggulan Kebumen

Agrowisata Kelengkeng

Jika sebelumnya peserta diajak membaca sejarah bumi melalui batuan dan fosil, kali ini mereka diajak belajar mengenai pertanian dan budidaya kelengkeng. Deretan pohon kelengkeng yang tertata rapi menyambut kedatangan rombongan. Hamparan kebun seluas sekitar lima hektare tersebut menawarkan suasana hijau dan tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Pengelola Edu Agrowisata Kelengkeng Senkei, H. Ahmad Janan, yang juga Ketua Asosiasi Petani Kelengkeng Mandiri Kebumen, memberikan penjelasan langsung kepada peserta.

“Luasnya sekitar 5 hektare, kita juga sediakan gazebo untuk istirahat dan bisa pesan makanan,” kata Ahmad Janan.

Yang menarik, budidaya kelengkeng di kawasan tersebut tidak lagi sepenuhnya mengandalkan cara konvensional.Petani telah memanfaatkan teknologi, termasuk aplikasi untuk membantu penyiraman tanaman dan penggunaan drone.

Ahmad Janan juga mengajak para peserta melihat budidaya kelengkeng sebagai peluang usaha sekaligus bagian dari upaya memperkuat produksi dalam negeri.Pesannya sederhana: Indonesia perlu semakin banyak petani kelengkeng untuk mendukung swasembada dan mengurangi ketergantungan terhadap buah impor.

Pantai Karangbolong

Kemudian  rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata selatan Kebumen. Menutup Perjalanan di Sagara View of Karangbolong Perjalanan akhirnya sampai di kawasan Sagara View of Karangbolong dan Pantai Karangbolong. Di tempat ini, peserta kembali bertemu dengan cerita tentang bumi.

Panorama laut selatan yang luas berpadu dengan perbukitan hijau dan tebing karang menjadi pemandangan yang menyambut rombongan.

Pantai Karangbolong dikenal dengan ciri khas tebing karang berlubang yang menjadi ikon kawasan. Deburan ombak Samudra Hindia terdengar dari bawah bukit, menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan destinasi sebelumnya.

Sementara Pantai Sagara menawarkan panorama Samudra Hindia dari kawasan perbukitan. Destinasi tersebut menjadi salah satu magnet wisata baru Kebumen dengan kombinasi lanskap pantai, perbukitan, serta fasilitas wisata yang semakin berkembang.

Trip Travel KTM 2026 akhirnya menjadi perjalanan yang menawarkan lebih dari sekadar kunjungan destinasi.

Dalam satu hari, para buyer-seller diajak berpindah dari ruang informasi geologi, perkebunan kelengkeng, sentra kuliner, hingga bentang alam pantai selatan. Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa potensi wisata Kebumen tidak berdiri sendiri.

Geowisata, agrowisata, kuliner, hingga wisata alam dapat dirangkai menjadi satu pengalaman perjalanan yang utuh.

Bagi para buyer-seller, pengalaman langsung seperti ini tentu menjadi modal penting untuk mengenalkan Kebumen kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Sementara bagi Kebumen, Trip Travel KTM 2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa daerah ini memiliki cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar destinasi pantai.

Ada sejarah bumi yang tersimpan di balik bebatuan. Ada potensi pertanian yang berkembang menjadi agrowisata.  Ada kuliner khas yang menjadi identitas daerah. Dan ada lanskap selatan yang menawarkan keindahan sekaligus menyimpan cerita geologi. Perjalanan pun berakhir di Sagara View of Karangbolong. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan