KENDARI POS. CO. ID -- Korban keracunan MBG terus bertambah. Sepanjang Januari 2026, angkanya hampir menembus 2 ribu pelajar. Terbaru, menimpa 118 pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah (Jateng) usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari ratusan itu, 46 di antaranya harus menjalani rawat inap.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut dan mengklaim bakal bertanggung jawab.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kudus dilaporkan telah mendatangi dapur MBG yang menyuplai ke sekolah itu dan mengambil sampel bahan makanan untuk diuji di laboratorium.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, bilang operasional SPPG Purwosari Kudus telah dihentikan sementara menyusul keracunan massal tersebut.
Dalam periode 1-13 Januari 2026, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 1.242 orang diduga menjadi korban keracunan makan bergizi gratis.
Dikutip dari BBC News Indonesia, sepanjang 30 hari di Januari 2026, kasus keracunan MBG memicu korban hingga 1.929 orang.Ribuan kasus itu terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Di Kabupaten Manggarai Barat, setidaknya 132 pelajar juga keracunan MBG.
Insiden keracunan massal makan bergizi gratis di SMA Negeri 2 Kudus ini bermula dari pembagian MBG yang berlangsung pada Rabu (28/01). Pada saat itu, pihak SPPG Purwosari Kudus mengantar ribuan ompreng MBG ke sekolah tersebut sekitar pukul 11.15 WIB. Kemudian dibagikan kepada para pelajar dan guru sekira jam 11.45 WIB.


















































