Sanggar Naya Art Tampil Memukau dalam Utsawa Gong Kebyar Dewasa

6 hours ago 4

Bali Tribune / PENAMPILAN - Komunitas Seni Sanggar Naya Art Batubulan, dalam Parade Gong Kebyar Dewasa.

balitribune.co.id I Gianyar - Komunitas Seni Sanggar Naya Art, Banjar Menguntur, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, tampil sebagai Duta Kabupaten Gianyar pada ajang Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Rabu (8/7/2026) malam. Pada kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Gianyar bersanding dengan Komunitas Seni Baturenggong, Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi sebagai Duta Kabupaten Badung.

Istimewanya, penampilan Gong Kebyar Dewasa disaksikan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun bersama jajaran sebagai bentuk dukungan semangat kepada Duta Bumi Seni Gianyar yang tampil. Penampilan Duta Kabupaten Gianyar diawali dengan sajian Tabuh Lima Lelambatan "Guntur Madu". Karya ini mengangkat filosofi kekuatan dan anugerah yang berpadu menjadi energi kehidupan. "Guntur" dimaknai sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan daya dahsyat yang membangkitkan kesadaran, sedangkan "Madu" melambangkan keberuntungan, kesejahteraan, serta anugerah kehidupan.

Melalui struktur Tabuh Lima Lelambatan yang kokoh, garapan ini menampilkan kekayaan musikal khas BatubulanSingapadu dengan penonjolan motif gegulak kendang dan terompong yang memperkaya nuansa tabuh. Secara filosofis, "Guntur Madu" mengajak manusia menyelaraskan penyesalan masa lalu, ketakutan masa kini, dan harapan masa depan menjadi kekuatan batin untuk menjalani kehidupan dengan penuh bhakti.

Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Kreasi Kekebyaran "Gonggang". Garapan ini mengisahkan perjalanan Pangeran Kodok dalam menemukan cinta sekaligus jati dirinya dengan berlandaskan tema Atma Kerthi. Karya tersebut menggambarkan proses penyucian jiwa, dari rasa rendah diri menuju penerimaan diri hingga mencapai Jiwa Sidha Paripurna, yaitu jiwa yang utuh, bersih, dan harmonis. Gerak tari ini terinspirasi dari Tari Oleg Tamulilingan yang dipadukan dengan karakter khas Pangeran Kodok, menghasilkan eksplorasi gerak yang luwes, ekspresif, dan sarat makna simbolis.

Sebagai penutup, Sanggar Naya Art membawakan Fragmentari "Sri Tanjung", sebuah kisah klasik yang sarat pesan moral mengenai kesucian, pengorbanan, dan penebusan. Fragmentari ini mengisahkan Raden Sidapaksa yang, karena termakan fitnah dan prasangka, membunuh istrinya sendiri, Sri Tanjung, yang sesungguhnya tidak bersalah. Setelah menyadari kesalahannya, Sidapaksa menebus dosanya dengan mengalahkan dan memenggal kepala Prabu Sulakrama, sosok yang telah menodai kehormatan istrinya, sebagai simbol penyucian diri atas noda yang telah terjadi.

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, mengaku bangga atas penampilan Duta Kabupaten Gianyar yang berhasil menyuguhkan pertunjukan memukau dan mampu membius para penonton. Wabup Agung Mayun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para seniman agar terus berkarya, sekaligus menjaga dan melestarikan seni budaya Bali sebagai warisan yang harus tetap dijaga dan dikembangkan. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan