Antara Proyek Infrastruktur dan Banjir Berulang, Menanti Bukti Efektivitas Drainase di Kuta

6 hours ago 4

proyek

Bali Tribune / Proyek pengendalian banjir di kawasan Kuta

Proyek Pengendalian Banjir Dikebut, Efektivitasnya Masih Menunggu Pembuktian

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung kembali menggenjot dua proyek pengendalian banjir di kawasan Kuta, yakni pembangunan drainase dari Jalan Basangkasa hingga Jalan Dewi Sri serta pembangunan long storage di alur Tukad Mati. Meski pemerintah mengklaim progres pekerjaan berjalan baik, efektivitas proyek tersebut dalam mengatasi persoalan banjir yang berulang masih menjadi tantangan yang harus dibuktikan.

Melalui Tim Pengendalian Pelaksana Pembangunan, Pemkab Badung melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan. Langkah itu disebut untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Badung, I Putu Eka Parmana, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan progres pembangunan drainase Basangkasa–Dewi Sri terus mengalami peningkatan. Pemerintah berharap kontraktor mampu mempercepat pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai.

"Monitoring dilakukan agar setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan sehingga progres pekerjaan terus meningkat," ujarnya, Kamis (9/7).

Selain pembangunan drainase, tim juga meninjau proyek long storage di Tukad Mati. Infrastruktur tersebut dilengkapi pembangunan jembatan dan sistem pompa yang dirancang membuang debit air dari Tukad Mati langsung ke laut ketika kapasitas sungai meningkat.

Pemkab menilai proyek ini menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu di kawasan Kuta yang selama ini kerap mengalami genangan saat hujan deras maupun pasang air laut.

Namun, keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada penyelesaian fisik. Persoalan sedimentasi sungai, penyempitan saluran drainase, hingga alih fungsi lahan di kawasan padat pembangunan juga menjadi faktor yang selama ini disebut berkontribusi terhadap banjir.

Karena itu, proyek yang kini dikebut tersebut akan menjadi ujian bagi Pemkab Badung. Masyarakat menunggu apakah investasi infrastruktur ini benar-benar mampu mengurangi banjir yang setiap musim hujan masih menjadi keluhan utama di kawasan Basangkasa, Dewi Sri, hingga Tukad Mati, atau hanya menjadi solusi jangka pendek tanpa pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase dan tata ruang.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan