Bali Tribune / PANEN BAWANG - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama Petani Subak Abian Samuh, Banjar Dinas Paleg, Desa Adat Paleg Kaje, melaksanakan panen bawang.
balitribune.co.id I Amlapura - Harapan para petani Subak Abian Samuh, Banjar Dinas Paleg, Desa Adat Paleg Kaje, untuk tetap bercocok tanam di musim kemarau mulai terwujud. Untuk pertama kalinya, lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare dapat ditanami hingga panen bawang di tengah musim kemarau.
Dan saat ini musim panen pun tiba, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Gus Par pun berkesempatan hadir dan turun bersama petani setempat untuk panen bawang, sekaligus melihat langsung kondisi pertanian dan manfaat aliran air yang kini telah mengaliri kawasan subak tersebut.
Sebelumnya, saat menghadiri panen bawang pada musim penghujan sekitar April lalu, Bupati Gus Par sempat menyampaikan komitmennya untuk membantu menghadirkan aliran air ke kawasan persawahan Subak Abian Samuh. Komitmen tersebut mulai terealisasi pada bulan Juni, ketika aliran air mulai mengalir dan dapat dimanfaatkan oleh para petani.
“Waktu bulan April saya datang, petani menyampaikan bahwa kendala utamanya adalah air. Saya sampaikan, bagaimana caranya supaya musim kemarau tetap bisa menanam. Puji syukur, mulai Juni air sudah bisa mengalir dan hari ini kita melihat sendiri hasilnya,” ujar Bupati Gus Par, pada Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian. Dengan adanya aliran air, petani tidak lagi hanya bergantung pada musim penghujan dan memiliki kesempatan untuk memperpanjang masa tanam.
“Kalau biasanya dalam setahun bisa dua sampai maksimal tiga kali tanam, dengan adanya air ini kita berharap bisa meningkat menjadi empat bahkan lima kali. Artinya, lahan tetap produktif dan pendapatan petani juga bisa ikut meningkat,” katanya.
Musim kemarau tahun ini menjadi kali pertama bagi para petani Subak Abian Samuh dapat menanam dengan dukungan aliran air. Selain bawang yang kini memasuki masa panen, petani juga mulai mencoba tanaman lain seperti timun dan kacang panjang.
Bupati Gus Par menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar petani seperti ketersediaan air.
“Kita tidak ingin lahan pertanian hanya produktif saat musim hujan. Kalau airnya tersedia, mari kita manfaatkan lahan ini sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan air untuk pertanian bisa semakin baik,” tegasnya.
Subak Abian Samuh sendiri memiliki luas lahan sekitar 20 hektare digarap oleh 45 KK. Dengan mulai tersedianya aliran air sejak Juni, para petani kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan frekuensi tanam sekaligus mengembangkan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan.















































