Pengurus Baru KONI DKI 2026-2030 Sepakat Dukung Jakarta Juara Umum PON XII 2028

6 hours ago 3

SHNet, JAKARTA – Sejak awal bulan lalu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Saat itu dengan agenda utama memilih Ketua KONI DKI Jakarta periode 2026–2030.

Pemilihan ketika itu berjalan secara demokratis dengan semangat kebersamaan dan sangat guyub. Saat pemilihan pun seluruh peserta Musorprov secara aklamasi kembali memilih Prof. Hidayat Humaid sebagai Ketua untuk periode 2026-2030.

Keputusan para peserta kembali memilih Hidayat Humaid jadi pertanda besarnya kepercayaan dari insan olahraga Jakarta terhadap kepemimpinan Profesor dari Universitas Negeri Jakarta ini yang sudah terbangun sejak periode sebelumnya. Kepercayaan itu tentu saja sekaligus merupakan tanggungjawab tak ringan yang harus dipikul Hidayat ke depan.

Dari Rakernas itu, Hidayat pun langsung menunjuk tim formatur yang dipersiapkan sejak Rakernas itu untuk bekerja selama sebulan menyusun komposisi kepengurusan baru. Alhasil, setelah disepakati, Surat Keputusan dari KONI Pusat soal struktur organisasi periode 2026–2030 secara resmi diumumkan.

Sejumlah perubahan terlihat di beberapa posisi. Tapi, tentu bukan masalah. Komposisi baru kepengurusan KONI DKI Jakarta periode 2026-2030 yang termaktub dalam SK Nomor 29 tahun 2026 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2030 dan ditandatangani langsung oleh Ketua KONI Pusat Marciano Norman terlihat lebih berwarna secara list kepengurusan dan dipastikan siap mendukung kepemimpinan Hidayat Humaid.

Seluruh Pengurus KONI DKI Jakarta guyub di Rapat Pleno pertama. (Dok/SHNet).

“Tak ada perubahan berarti dalam kepengurusan. Kalau pun ada, ini bisa dipandang sebagai langkah penyegaran organisasi, yang juga bisa memperkuat kolaborasi dan manajemen pembinaan olahraga di DKI Jakarta. Saya melihat penyegaran kepengurusan itu merupakan hal yang wajar dan bahkan sangat krusial dalam organisasi olahraga. KIta bisa lihat sendiri, dunia olahraga berkembang sangat cepat, sehingga membutuhkan manajemen yang adaptif, profesional, serta mampu menghadirkan inovasi dalam sistem pembinaan atlet.

Tantangan terbesar bagi kepengurusan KONI DKI Jakarta ke depan adalah mempersiapkan atlet-atlet terbaik ibukota menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Target besar yang selalu melekat pada Jakarta tentu adalah menjadi juara umum PON.

Sebagai provinsi dengan tradisi prestasi olahraga yang kuat, Jakarta memiliki berbagai keunggulan, mulai dari kualitas atlet, pelatih berpengalaman, hingga fasilitas olahraga yang relatif lengkap dibandingkan banyak daerah lain. Keunggulan tersebut tidak akan berarti tanpa manajemen organisasi yang solid dan program pembinaan yang terencana dengan baik.

Prestasi olahraga itu tak lahir secara instan, tapi lewat proses pembinaan yang panjang, konsisten, dan berbasis sistem. Dalam perkembangan terbaru, DKI Jakarta juga ditunjuk sebagai provinsi penyangga bagi NTT dan NTB untuk pelaksanaan PON XXII 2028.

Jakarta direncanakan akan menyelenggarakan sekitar 14 hingga 26 cabang olahraga yang tidak dapat dilaksanakan di provinsi tuan rumah karena keterbatasan fasilitas. Penunjukan ini tentu merupakan bentuk kepercayaan dari pemerintah dan KONI pusat terhadap kesiapan infrastruktur olahraga di Jakarta.

Ka-Ki: Wakil Ketua Umum III Herman Sukmadipura, Waketum I Fatchul Anas dan Sekertaris KONI Jaya Aminullah bersemangat menyatakan DKI Siap rebut kembali gelar juara umum PON XXII 2028. (Dok/SHNet).

Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi peluang strategis bagi atlet-atlet Jakarta untuk memaksimalkan potensi mereka. Faktor kedekatan lokasi, familiar terhadap arena pertandingan, juga dukungan publik ibu kota dapat menjadi keuntungan psikologis bagi atlet-atlet Jakarta untuk tampil lebih percaya diri.

Meski begitu, keuntungan ini harus diiringi program pembinaan yang sistematis, disiplin latihan yang tinggi, serta koordinasi yang kuat antara pengurus KONI, cabang olahraga, pelatih, dan atlet. Di bawah kepemimpinan Hidayat Humaid, kepengurusan KONI DKI Jakarta periode 2026–2030 punya kesempatan besar untuk menorehkan sejarah baru bagi olahraga ibu kota.

Komposisi kepengurusan yang lebih segar diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pembinaan atlet, memperkuat sistem kompetisi daerah, serta membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional.

Pada akhirnya, keberhasilan menjadi juara umum PON bukan hanya soal jumlah medali yang diraih, tapi juga soal sukses membangun sistem olahraga yang berkelanjutan. Jika momentum perubahan kepengurusan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, tentu saja harapan melihat DKI Jakarta kembali berdiri di puncak klasemen pada PON XXII 2028 bukan sekadar mimpi, tapi sudah menjadi target realistis yang mampu diwujudkan.

Wajah ke-56 pengurus KONI DKI Jakarta yang melakukan teken Pakta Integritas pada akhir pekan di lantai 4 Gedung KONI DKI Jakarta pun terlihat sumringah juga penuh tanggungjawab besar mendukung Ketua Hidayat Humaid dan pasukan atlet DKI Jakarta menggapai tujuan utama: meraih gelar juara umum PON XXII 2028.  (Non)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan