Bali Tribune / KOLOSAL- Sebanyak 1.800 siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli membawakan tari kolosal bertema “Tetenger Agung” dalam peringatan HUT ke-822 Bangli di Alun-alun Bangli, Minggu (10/5/2026). Perayaan tahun ini menonjolkan semangat kemandirian tanpa menggunakan dana APBD
balitribune.co.id | Bangli - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-822 Kota Bangli tahun 2026 membuktikan bahwa kemeriahan tidak harus bergantung pada anggaran besar. Meski dikemas dengan konsep kesederhanaan dan efisiensi, puncak peringatan yang dipusatkan di Alun-alun Bangli, Minggu (10/5/2026), tetap berlangsung semarak.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bertindak sebagai Pembina Upacara dalam apel peringatan tersebut. Usai prosesi formal, suasana Alun-alun Bangli kian bergelora dengan pementasan tari kolosal "Tetenger Agung" yang melibatkan 1.800 siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli.
Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menjelaskan bahwa tema HUT kali ini adalah Bakti Ratna Radaka, yang bermakna pengabdian tulus ikhlas untuk kejayaan Bangli. Ia menekankan bahwa tahun ini ada perubahan paradigma: perayaan dilaksanakan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun iuran wajib dari ASN.
"Tahun ini kita tidak melibatkan pejabat dan ASN untuk menyumbang sukarela. HUT tetap meriah dengan semangat kesederhanaan dan didukung penuh oleh seluruh komponen masyarakat serta sponsor, tanpa menggunakan APBD," tegas Bupati asal Desa Sulahan tersebut.
Kebijakan efisiensi ini juga selaras dengan arahan Presiden dan Gubernur untuk menghindari seremonial besar-besaran yang menguras anggaran negara. Oleh karena itu, panggung hiburan hingga 17 Mei mendatang akan fokus memberdayakan seniman lokal Bali, seperti Lolot, KIS Band, Jun Bintang, hingga Ari Kencana.
Senada dengan Bupati, Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra mengonfirmasi bahwa dana yang dihimpun dari sponsor per Sabtu (9/5) telah mencapai Rp 209 juta. Dana tersebut dikelola secara kolaboratif bersama pihak ketiga (EO) untuk membiayai seluruh rangkaian acara, termasuk penyediaan 15 tenda UMKM gratis dan berbagai aksi sosial seperti pembagian sembako serta kursi roda.
"Kemandirian fiskal adalah kunci. Kami ingin menunjukkan bahwa Bangli mampu menjawab tantangan dan menggarap potensi daerah secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat," pungkas Sedana Arta.


















































