Ditegur karena Ugal-ugalan saat Mabuk, Warga di Klungkung Dikeroyok Sekelompok Pendatang

18 hours ago 6

balitribune.co.id | Mangupura - Aksi premanisme jalanan terjadi di wilayah hukum Polres Klungkung. Seorang buruh harian lepas, I Kadek Indrawan (37), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pengendara sepeda motor yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Mahoni No. 17, Semarapura Kelod, Klungkung, pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Berbeda dengan informasi yang beredar menyebut kejadian berlangsung di Jalan Jepun, lokasi kejadian sebenarnya berada di area usaha pembersihan bawang, tepat di sebelah barat Pasar Galiran.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengkonfirmasi adanya laporan resmi terkait tindak pidana penganiayaan bersama-sama tersebut. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar para pelaku.

"Petugas telah mendatangi TKP serta mengantarkan korban ke RSUD Klungkung untuk menjalani Visum Et Repertum," ujar Iptu I Dewa Alit, Selasa (14/7/2026) malam.

Kejadian bermula ketika pelaku, yang identitasnya masih dalam penyelidikan (lidik), memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi di kawasan Jalan Mahoni sambil membawa minuman keras jenis tuak. Setibanya di lokasi, pelaku kehilangan kendali dan terjatuh.

Melihat kejadian tersebut, korban yang merupakan warga Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, berinisiatif menghampiri untuk memberikan pertolongan sekaligus menegur pelaku agar tidak berkendara ugal-ugalan. Namun, teguran baik-baik tersebut justru direspons negatif.

Diduga karena emosi akibat pengaruh alkohol, pelaku yang tidak terima ditegur langsung melayangkan pukulan ke wajah korban. Situasi kian memanas setelah rekan-rekan pelaku berdatangan dan ikut mengeroyok korban secara membabi buta.

Aksi kekerasan tersebut baru berhenti setelah dilerai oleh warga sekitar, termasuk saksi di lokasi bernama Komang Nonok (42).

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian wajah. Satu gigi bagian atas korban dilaporkan lepas, dua gigi lainnya goyang, serta area mulut mengalami luka lebam akibat hantaman benda tumpul.

Menanggapi kasus yang sempat viral di media sosial dengan narasi melibatkan oknum perantauan asal daerah S, NTT tersebut, Iptu I Dewa Alit menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentoleransi aksi premanisme.

"Identitas para pelaku sedang dikumpulkan oleh tim di lapangan. Kasus ini menjadi atensi serius Polres Klungkung guna memberikan penanganan hukum lebih lanjut dan memastikan kenyamanan serta ketertiban ruang publik di Klungkung," pungkasnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan