Diduga Kena Tipu Kerja di Australia, Dua WN Bangladesh Terlunta di Kediri

7 hours ago 1

bangladesh

Bali Tribune / DITIPU - Dua WNA asal Bangladesh (membelakangi) yang diduga korban penipuan saat berada di kantor Satpol PP Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Dua warga negara asing (WNA) asal Bangladesh, MM dan MFH, terlunta-lunta selama empat hari di wilayah Kediri setelah diduga menjadi korban penipuan sindikat tenaga kerja yang menjanjikan pekerjaan di Australia. Keduanya kini telah diserahkan kepada pihak Imigrasi untuk penanganan lebih lanjut setelah sebelumnya sempat bertahan hidup tanpa bekal di sebuah masjid.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada yang dikonfirmasi Minggu (15/2) menjelaskan bahwa kedua korban awalnya berkenalan dengan seseorang bernama Andi saat berada di Malaysia.

Bukannya dikirim ke Australia, mereka justru dibawa ke Pekanbaru, disekap, dan diminta menyerahkan uang hingga 50 ribu ringgit Malaysia per orang sebagai syarat keberangkatan. 

Sukanada menjelaskan, seluruh dokumen mereka dipegang oleh terduga pelaku. Setelah uang mereka habis, korban dibawa naik bus ke Bali dengan alasan pemberangkatan ke Australia lebih mudah dari Bali. 

“Sesampainya di wilayah Kediri, pelaku berpura-pura ke toilet dan meninggalkan mereka,” ujar Sukanada.

Para korban yang kehilangan dokumen tersebut akhirnya ditemukan aparat Kepolisian sebelum dititipkan sementara di kantor Satpol PP Tabanan pada Senin (13/2/2026) malam.

Sukanada menambahkan bahwa keinginan kedua WNA itu saat ini cukup sederhana, yakni ingin segera dipulangkan ke negara asal mereka. Pihak Satpol PP pun langsung melakukan koordinasi dengan Kesbangpol dan Kantor Imigrasi untuk memproses pemulangan tersebut.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kedua korban mendapatkan perlindungan hukum dan penanganan yang sesuai dengan aturan keimigrasian. 

“Keduanya kini sudah dilakukan serah terima resmi. Selanjutnya penanganan berada di pihak imigrasi,” tegasnya.                                                                           

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan