Kendaripos.co.id — Warga Desa Mateupe, Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan dan ditelantarkan dalam sebuah kardus di teras rumah warga, Senin (9/2) pagi.

Kapolsek Andoolo, Polres Konawe Selatan, IPDA Alimuddin, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 09.31 Wita dari Kepala Desa Mateupe. Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi dan puskesmas.
Seorang bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan dan ditelantarkan dalam sebuah kardus di teras rumah warga, Senin (9/2) pagi.“Setelah menerima informasi dari Kepala Desa Mateupe, saya bersama Kanit Intel, KaSPK, dan Bhabinkamtibmas menuju Puskesmas Bima Maroa untuk memastikan kondisi bayi sekaligus mengumpulkan keterangan para saksi,” ujar IPDA Alimuddin.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Muriati (57), warga Desa Mateupe, saat berkunjung ke rumah orang tuanya yang sedang sakit. Sekitar pukul 09.23 Wita, Muriati keluar dari rumah dan melihat sebuah kardus bekas oli merek Federal Ultratec yang diletakkan di atas meja teras.
“Saya buka kardus itu dan kaget karena terlihat tangan bayi. Setelah dipastikan, ternyata ada bayi perempuan di dalamnya. Saya langsung berteriak memanggil tetangga,” ungkap Muriati.
Teriakan tersebut didengar Abasoni (47), warga setempat, yang kemudian mendatangi lokasi. Melihat bayi masih bergerak, Abasoni segera membawa bayi tersebut ke Puskesmas Bima Maroa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dokter Umum Puskesmas Bima Maroa, dr. Nabila Hanum, menjelaskan bayi tiba di puskesmas sekitar pukul 09.26 Wita dalam kondisi memprihatinkan.
“Saat diterima, kondisi bayi tidak menangis, kedua tangan dan kaki kaku serta membiru, kadar oksigen dan denyut nadi rendah. Ari-ari masih tersambung, berat badan bayi 1.310 gram, dan diperkirakan baru lahir sekitar enam hingga 12 jam sebelumnya,” jelas dr. Nabila.


















































