21 Ogoh-ogoh Terbaik Siap Bersaing di Final Badung Saka Fest

19 hours ago 6

ogoh ogoh

balitribune.co.id I Mangupura -  Setelah melewati penilaian tingkat zona, 21 karya ogoh-ogoh terbaik dari Sekaa Teruna dan Yowana se-Kabupaten Badung akhirnya diumumkan sebagai tiga besar dari masing-masing zona, pada Kamis (26/2/2026). 

Selanjutnya ogoh-ogoh terbaik dari tujuh zona ini akan tampil di Puspem Badung untuk final dan parade lomba ogoh-ogoh tingkat kabupaten yang dikemas dalam even "Badung Saka Fest 2026".

Gelaran Badung Saka Fest ini  akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 6–8 Maret 2026.

Pejabat Fungsional Pamong Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Made Adi Adnyana mengakui jika hasil penilaian dewan juri sudah diumumkan.  "Pengumuman sudah dilakukan oleh dewan juri pada masing-masing zona. Jadi seperti tahun lalu, setiap zona dipilih tiga besar dan tiga terbaik ini akan mengikuti lomba di Puspem Badung," ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Bahkan tiga besar pada tingkat zona sudah dipastikan akan mengikuti perlombaan kembali pada ajang Badung Caka Fest.

Dikatakan bahwa pada proses penilaian yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan keputusan dewan juri. Namun dirinya mengaku pada tahun 2026 ini masih ada sekaa teruna yang tidak mengusulkan dana kreativitas yang sudah disiapkan Pemkab Badung.

“Tahun ini dari 597 Sekaa teruna dan yowana di Kabupaten Badung tercatat ada 14 tidak mengajukan dana kreativitas,” katanya.

Namun ia tidak menjelaskan secara rinci sekaa teruna apa saja yang tidak mengusulkan dana kreativitas tersebut. Hanya saja dia menyebutkan jika 14 Sekaa teruna itu tidak mengusulkan dana kreativitas karena ada upacara di wilayahnya, sehingga tidak membuat ogoh-ogoh tahun ini.

“Jadi untuk yang mengajukan sekarang wajib mengumpulkan laporan pertanggung jawaban, karena semua itu juga sebagai syarat dalam pengajuan di tahun berikutnya,” bebernya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan bahwa final digelar tiga hari dengan tujuh ogoh-ogoh tampil setiap hari mulai pukul 18.00 Wita hingga selesai. "Durasi pementasan dibatasi 15 menit untuk menjaga tempo lomba dan antusiasme penonton," kata Sudarwitha.  "Ada tujuh juri akan menilai ulang 21 ogoh-ogoh dari nol dengan lembar penilaian baru," kata mantan Camat Petang ini. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan