Tokoh Kebumen dan Mantan Kapolri Bimantoro: KTM 2026, Pembuka Jalan Kemajuan Kebumen

4 hours ago 4

SHNet, Jakarta-Potensi ekonomi, sosial, dan sejarah yang dimiliki Gobong-Kebumen harus dimaksimalkan sebesar mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Karea itu, acara Kebumen Travel Mart (KTM) yang akan digelar pada 27-30 Agustus 2026 jadi pembuka jalan -palang pintu- bagi kemajuan Gombong dan Kabupaten Kebumen secara keseluruhan.

“KTM 2026 yang denyutnya sudah terasa, dan dimensi internasional juga telah bergaung, nantinya harus dilanjutkan, jangan berhenti di sini saja,” ujar  tokoh Kebumen yang juga mantan Kapolri era pemerintahan KH.Abdurahman Wahid, Suroyo Bimantoro, dalam perbincangan dengan media terkait rencana pelaksanaan KTM 2026, akhir pekan ini.

Didampingi tokoh Kebumen lain yang juga Ketua Panitia KTM 2026, M. Wahid Supriyadi dan  Pelindung Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE) dan mantan Inspektur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Dedi Suryantoro, mantan Kapolri Bimantoro sangat optimistis KTM 2026 akan mengerek, bukan saja nama Kebumen ke ranah nasional, tapi mendorong wisatawan nasional dan manca negara berkunjung ke Kebumen.

Bimantoro menekankan dan sekligus berharap, semua kalagan, terutama pemerintah daerah Kabumen harus lebih proaktif lagi dalam mensukseskan hajat besar masyarakat Kebumen ini. “Panitia dan banyak tokoh sudah ikut berembuk dan berkontribusi untuk KTM 2026.

KTM 2026 akan dibuka dan berpusat  di Benteng Van Derr Wijck, Gombong, Kebumen, dengan menghadirkan pelaku industri pariwisata, pelaku usaha, investor, hingga buyer dari dalam dan luar negeri. Namun banyak agenda acara di luar benteng yang masih dalam rangkaian KTM 2026.

Wilayah Kota Kecamatan Gombong. Kebumen, yang merupakan pusat perekonomian  Kebumen, bagi Bimantoro menyimpan kenangan berharga bagi pengembangan dirinya. “Gombong telah membentuk kepribadian bagi saya. Sebagai kota dagang, Gombong  sangat egaliter. Juga sebagai kota milter, sebab setiap hari banyak prajurit yang berlatih. Dari sini muncul keinginan saya sebagai bagian dari prajurit yang sering terlihat berlatih dan gagah,” ungkap Bimantoro.

Namun orang tua Bimntoro melarangnya  menjadi TNI sebab  harus perang dan saat dirinya  ingin jadi dokter terbentur biaya pendidikan.”Akhirnya  Saya mencari sekolah tak bayar dan menjadi perwira ya saya masuk Akademi Kepolisian (Akpol),”katanya.

Kapolri era pemerintahan KH.Abdurrahman Wahid,, S.Bimantoro

Gombong, Diponegoro, dan Soeharto

Dalam perjalanan sejarah bangsa,  Gombong menyimpan data historis yang kuat dengan tokoh Pangera Diponegoro dan Soeharto. Ini peristiwa bersejarah yang seharusnya diangkat misalnya Pangeran Diponegoro pernah mengasingkan diri dengan pasukannya ke Gombong selama tiga bulan.

Menurut Bimantoro, Pangeran Diponegoro dan pasukannya terdesak dari Yogyakarta akhirnya mengamankan diri di Gombong. Bahkan terjadi pertempuran di wilayah Gombong antara pasukan pangeran Diponegoro dan tentara kolonial Belanda yang dipimpin Kolonel Cochius dan Mayor Cleerens. Dalam catatan sejarah resmi Perang Jawa (1825–1830).

Kolonel ini anak buahnya banyak berarti pertempuran tentara Belanda dan pasukan Pangeran Diponegoro bukan pertempuran kecil. Saat itu, Pangeran Diponegoro akan melakukan perundingan di Gombong tetapi karena yang hadir hanya sekelas kolonel, Pangeran Diponegoro menolak.

“Diponegoro sebagai pemimpin tertinggi harus berhadapan dengan pemimpin tertinggi Belanda Gubernur Jenderal Hendrik Merkus de Kock. Namun dalam pertemuan di Magelang, Pangeran dijebak dan ditangkap saat perundingan di Magelang di wisma Karesidenan Kedu pada 28 Maret 1830,” papar Bimantoro.

Gombong juga dikenal sebagai tempat mantan Presiden Soeharto belajar militer yang dulu diberi nama Sekolah Kader sekarang menjadi Secata (Sekolah Calon Tamtama). “Jadi Presiden Soeharto pernah makan kethek juga,” kata Bimantoro.

KTM 2026 Sangat Menarik

Dedi Suryantoro, pelindung Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen Walet Emas (IWAKK WE), dan mantan Inspektur Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan pelindung KTM 2026 mengatakan dalam pelaksanaan KTM 2026 sebagai warga asal Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, untuk masyarakat Gombong pada umumnya  jelas ini sangat menarik.

Menurut Dedi, sambutan dari masyarakat juga sangat baik apalagi KTM juga salah satu tujuannya untuk meningkatkan perekonomian Kebumen. Dengan digelarnya KTM 2026, diharapkan perekonomian Gombong lebih maju termasuk mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, digelarnya KTM turut mendongkrak sektor akomodasi dari hotel hingga homestay yang akan menerima para wisatawan dan tamu dari daerah lain termasuk dari mancanegara. Selain itu, sarana transportasi menuju ke destinasi wisata akan dibenahi dan difasilitasi. “Tak hanya itu, kegiatan sosial yang melekat pada KTM 2026 juga akan dilaksanakan. Jelang pelaksanaan KTM 2026 jalan-jalan juga mulai diperbaiki khususnya menuju ke lokasi wisata,” tambah Dedi

Dijelaskan, seiring dengan pelaksanaan KTM 2026, produk lokal akan dipasarkan dan dikenalkan kepada para pengunjung baik dari masyarakat sekitar dan dari luar Kebumen bahkan para seller dari mancanegara. Diharapkan KTM akan mendorong kemajuan di wilayah Gombong dan Kebumen sekitarnya.

“Dari IWAKK WE akan membantu pelaksanaan KTM 2026. Dengan KTM 2026, anak-anak atau para siswa setempat dilibatkan dalam kegiatan. Masyarakat lokal dari anak-anak hingga dewasa akan dirangkul dalam kegiatan mulai dari persiapan hingga mengisi acara KTM 2026.” jelas Dedi.

Sebagai pelindung IWAKK WE dan pelindung KTM 2026, Dedi mengatakan pihaknya terus memantau dan terus mendukung suksesnya pelaksanaan KTM 2026. “Makanya kami memonitor persiapan pelaksanaan KTM 2026,” kata Dedi.

Masyarakat Gombong sangat terbantu dengan pelaksanaan KTM 2026. Namun diharapkan tak hanya sukses pelaksanaan KTM 2026 tetapi kelanjutan pasca-kegiatan KTM 2026. “Nanti kita berharap ada keberlanjutan pasca-kegiatan KTM 2026. Jangan sampai kegiatan KTM 2026 berhenti setelah kegiatan selesai. Kita berharap ada gaung setelah selesai kegiatan KTM 2026,” kata Dedi.

Tokoh Kebumen bersama insan pers

Respons Positif Banyak Kalangan

Ketua Panitia Pelaksana KTM 2026 Wahid Supriyadi mengatakan ketikagagasan KTM 2026 dirancang, masih banyak pihak yang belum serius. Tapi belakangan ketika Panitia dan seluruh pihak, terutama para tokoh Kebumen turun gunung untuk bahu membahu mensukseskan acara ini, barulah gaungnya kini makin terdengar. Respons positif kini dirasakan, banyak yang ingin terlibat, dan membantu. Bahkan dari luar Kebumen dan luar negeri ikut bergabung, karena itu dimensi internasional KTM 2026 pun makin terasa. Buyer dari Malaysia dan Rusia sudah banyak mendaftar.

Wahid berharap, KTM 2026 ini menjadi katalisastor bagi Kebumen dan Jateng untuk membangkitan semangat dan merealisasikan potensi besar Kebumen menjadi berkah bagi masyarakat berupa peningkatan transaksi bisnis, kemajuan UMKM, wisatawan dalam dan luar negeri yang semakin besar dan akhrnya meningkatnya kesejahteraan rakyat

Mengenai taregt pengunjung, di Jabodetabek sekitar 200.000 orang asal Kebumen. Kita akan melibatkan Korwil IWAKK WE dan membuat undangan terkait pelaksanaan KTM 2026.”A da undangan dari IWAKK WE terserah siapa yang datang dan berharap yang hadir dari anggota IWAKK WE bisa ribuan,” jelasnya.

Dubes RI untuk Rusia dan Balarus 2026-2020 ini menyatakan target pengunjung KTM 2026 per hari sekitar 2.000 orang. Selain itu, untuk informasi transportasi menuju Gombong ada transportasi kereta Prameks (Prambanan Ekspres) dari Yogyakarta ke Gombong. 9sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan