Tanjung Verde Catat Sejarah Indah di Piala Dunia 2026

7 hours ago 6

Oleh: Eddy Lahengko

Tekad dan keinginan Kiper Tanjung Verde untuk menulis indah sejarah bagi negerinya dan dunia telah terwujud di lapangan. Walaupun ditaklukan juara bertahan Argentina 2-3 dalam partai dramatis di stadion Miami,Florida Sabtu (4/7/2026).

Punggawa Argentina, Lionel Messi dkk, dalam partai itu mengalahkan debutan dari sebuah kepulauan di Afrika Barat yang populasinya kisaran 500 rb jiwa.

Bahkan dalam partai yang menegangkan itu nyaris terjadi drama adu penalty setelah partai 2×45 menit skor imbang 1-1. Pertandingan dilanjutkan dalam 2×15 menit disinilah terjadi gol berbalas gol, dan akhirnya Juara bertahan Argentina yang nyaris Frutrasi menyudahi gol kemenangan beberapa menit pertandingan berakhir.

Namun secara keseluruhan partai ini amat sangat menegangkan, karena pemain2 Tanjung Verde tampil dengan motivasi tinggi tanpa mengenal lelah merapatkan pertahanan mereka dengan disiplin tinggi dan penampilan impresif kiper Vozinha sebagai benteng pertahanan terakhir tim yang dibesut pelatih Bubista.

Kelima gol yang tercetak dalam laga itu, kesemuanya gol indah, terjajadi dari rancangan yang dibangun secara presisi.
Terlepas dari jalannya pertandingan yang disiarkan langsung oleh televisi nasional ke polosok daerah di Indonesia, lewat TVRI sebagai pemegang hak siar , tidaklah kalah menarik membahas penampilan tim Tanjung Verde.

Dalam akun Intagramnya sehari sebelum laga menghadapi Argentina di babak 32 besar, kiper Vozinha menulis bahwa duel melawan Argentina adalah sebuah momen yang tidak akan disia siakan oleh timnya.

” Kami sudah siap untuk hal ini. Semua jadi satu, satu bendera, satu detak jantung untuk Tanjung Verde. Dan kami pergi ke lapangan untuk menulis halaman terindah dalam sejarah olahraga dan sejarah negeri kami,” ujar Kiper yang memperkuat klub Chaves Portugal
Tanjung Verde secara angka di lapangan memang kalah 2-3 dari Argentina, tapi mereka memenangkan hati penggila bola internasional dengan penampilan menakjubkan dan mengesankan, tim yang menuju Piala Dunia 2026 yang sebelumnya cuma dianggap sebagai tim pelengkap.

Namun skuad yang dibesut pelatih bertangan dingin, Bubista telah membuktikan keberaadaannya di Pildun 2026 ini.
Pada babak penyisihan grup mereka tak pernah terkalahkan, dalam tiga laga yang dilakoni semuanya hasilnya bermain imbang. Dengan Spanyol 0-0, melawan mantan juara dunia Uruguay 2-2 dan Saudi Arabia 0-0.

Messi Kagum
Maestro Sepakbola, yang dijuluki La Pullga, Lionel Messi kagum dengan penampilan tim dikomandani Mendez di lapangan, terutama penampilan gemilang, kiper berusia 40 tahun asal klub Chaves Portugal.

“Kamu hebat, orang di negaramu harus bangga padamu, ” ujar Messi yang dihampiri Vozinha selepas laga.

Kiper yang bernama lengkap Josimar Evora Dias alias Vozinha mendapat pelukan hangat dan pujian dari Kapten Argentina, yang saat ini berada dipuncak bersama Mbappe dari Prancis sebagai pencetak gol terbanyak untuk sementara denga jumlah 7 di pildun .

Keduanya bersepakat bertukar Jersey di lorong stadion usai pertandingan. ” Kenangan dan pengakuan dari seorang Messi adalah momen yang akan selalu membekas indah didalam lubuk hati selamanya,” ujar Vozinha bangga.

Penampilan Vozinha adalah sosok yang berhasil mencuri perhatian, pasalnya kiper Tanjung Verde itu berhasil menepis beberapa kali tendangan keras dan terarah Lionel Messi.
” Saya agak frustrasi setelah begitu banyak percobaan tapi saya berhasil mencetak satu gol yang sangat penting. Orang bilang Vozinha berusia 40 tahun dan sejujurnya saya kagum dengan penampilannya hari ini (Sabtu),” tutur Messi

Kini tidak hanya Vozinha, melainkan Tanjung Verde juga mendapat popularitasnya. Capaian skuad Tanjung Verde ini karena adanya persatuan dalam timnya. ” Seluruh pemain punya ambisi yang sama tingginya untuk piala dunia 2026. Penampilan ini adalah penampilan untuk semua orang,” ujar Vozinha dalam akun IG-nya.

Sementara Pelatih Tanjung Verde, Bubista kepada wartawan mengatakan, pihaknya bangga bisa bermain melawan Argentina, sang juara bertahan. “Sejak awal, kami mengatakan salah satu tujuan kami adalah menunjukkan negara kami kepada dunia. Bisa bermain melawan Argentina dan Messi di fase ini, sungguh luar biasa , terlepas dari hasil pertandingannya,” ujar Pelatih Bubista yang juga mantan pesepakbola yang pernah merumput di klub Eropa.

Tanjung Verde boleh tereleminasi dari 32 besar menyusul kekalahan dari Argentina, tapi Skuad negara kepulauan itu telah memenangkan hati insan penggemar bola internasional.

Penulis, Eddy Lahengko, wartawan senior di Jakarta.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan