Prancis versus Spanyol, Pertarungan antara Kecepatan dan Kolektivitas

16 hours ago 5

Oleh: Eddy Lahengko

Piala Dunia 2026 sudah mendekati penghujung pagelaran pesta sepakbola empat tahunan yang diikuti 48 tim dari berbagai negara di dunia.

Empat negara raksasa sepakbola akan bertarung di partai semi final, pukul 02 subuh WIB. Prancis ditantang Spanyol di Stadion AT&T Arlinton, Dalas, Texas ,(15/7) dan Inggris menjajal juara bertahan, Argentina di Stadion Atlanta, Georgia (16/7) .

Partai merebut tiket ke partai puncak, di final (19/7) bakal berlangsung sengit, ketat dan menarik. Mengingat keempat tim yang berlaga ini memiliki karakter dan ciri masing masing serta motivasi menjadi ingin terbaik di seantero dunia.

Menyimak komposisi dari tim yang bertarung, timbul pertanyaan, apakah nanti bakal terjadi ulangan final piala dunia 2022 Qatar antara Prancis versus Argentina? Ataukah Inggris dan Spanyol membuat kejutan dan mengukir sejarah kembali seperti pernah ditunjukkan Inggris pada tahun 1966 tampil sebagai kampiun dan Spanyol tahun 2010? Sejarah akan terulang di laga empat besar ini. Namun, salah satu peluang kemungkinan Argentina vs Spanyol di partai puncak. Kalau ini terjadi, sangat menarik karena Spanyol sebagai juara Eropa berhadapan dengan  juara Copa dan juara bertahan Argentina.

Jadi keempat tim peserta semi final ini dipastikan memiliki motivasi dan tekad untuk bertarung maksimal demi mendapatkan tiket ke partai puncak gelaran sepakbola yang amat bergengsi.

Baik para pemain, ofisial, bahkan negara dengan rakyatnya serta para pendukungnya dibelahan dunia, sudah satu tekad, satu tujuan dan satu niat yakni tampil dipentas partai puncak.

Inilah sebuah harapan konsestan di partai semi final. Ini Laga klasik penuh gengsi dan dendam kesumat tersaji di babak ini.

Baku Hantam
Untuk ketiga kalinya secara beruntun dalam tiga tahun terakhir, dua raksasa Eropa, Spanyol dan Prancis, akan saling baku hantam .
Pertarungan antara finalis pildun 2022, Prancis menghadapi Spanyol bakal menarik dan ketat. Partai hidup-mati ini dijadwalkan menghentak Stadion Dalas.

Kedua tim berlaga memiliki karakter yang berbeda. Prancis mengandalkan kecepatan serta efektivitas lini depan, melalui ujung tombak Mbappe yang didukung Pemain terbaik FIFA, Dembele, Doue, Olise dan disupport gelandang elegan, Rabbiot dan Konte. Sedangkan Spanyol memiliki kualitas permainan yang kolektif dan penguasaan bola mumpuni. Mereka ini terdiri dari pemain muda, seperti bintangnya Lamine Yamal, Olmo, Boena, Oyerzabal, Rodri. Pergerakan kolektif dan didukung tenaga anak muda akan menguji dan mengacak pertahanan kokoh Les Bleus yang digalang, Saliba, Konde, Upamecano, Digne, yang selama turnamen berlangsung baru jebol 2 gol. Ini ujian berat bagi Saliba dkk dan kiper, Maignan serta pelapis dari second line, Rabiot dan Konte.

Prancis memang tampil bak monster tak tertandingi di Piala Dunia 2026. Pasukan Didier Deschamps punya lini serang paling produktif, pencipta peluang terbanyak, dan pertahanan baja dengan rekor baru kebobolan dua gol.
Les Bleus selama ini mendominasi pressing lawan. Tapi, bagaimana jika menghadapi tim dominan penguasaan bola seperti Spanyol?
Prancis belum teruji menghadapi pressing tingkat tinggi. Dan mobilitas pemain Spanyol yang selalu bergerak antar lini, akan menyulitkan Kyllian Mbappe dkk.

La Furia Roja julukan skuad, Spanyol membawa misi besar dan cetak sejarah kembali ke Semifinal Setelah 16 Tahun Sementara Prancis mengusung status favorit juara sekaligus misi balas dendam.

Langkah kematangan pasukan yang diarsiteki, Luis de la Fuente ini langsung dihadang tembok tebal. Prancis, sang juara dunia dua kali, sudah menanti .

Namun De La Fuente menegaskan kepada wartawan kalau pihaknya tidak silau dengan kekuatan Prancis. Berdasarkan kekuatan di atas kertas, Les Bleus memang lebih diunggulkan untuk melaju ke partai puncak. Namun, sejarah mencatat bahwa Spanyol adalah momok paling menakutkan bagi Prancis.

Dalam dua edisi semifinal sebelumnya, Spanyol sukses menyapu bersih kemenangan atas Prancis ,yakni menang 2-1 di semifinal Euro 2024 dan menang dramatis lewat adu pinalty 5-4 di semifinal UEFA Nations League 2025.

“Tentu saja wajar jika saya bilang kami harus bekerja keras untuk mengalahkan Prancis. Kami tidak akan silau dengan kekuatan mereka. Laga ini tidak ada bedanya, tim hebat menghadapi tim hebat lainnya,” tegas De la Fuente.

Bintang Muda Spanyol, Lamine Yamal tak mau kalah dengan Sang Pelatih mengomentari laga ini. Dalam akun Istagramnnya, pemain berusia 19 tahun ini melontarkan psiwar, jika ada satu tim yang harus ditakuti, Prancis, maka itu adalah Kami ( Spanyol).

“Kami tidak gentar menghadapi Les Bleus. Belum ada tim yang mampu mengimbangi permainan Spanyol sepanjang turnamen,” ujarnya.

Menurut pemain Barcelona itu, ada dua pilihan Prancis mencapai final ketiga kalinya secara beruntun atau Kami ( Spanyol) yang mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps dalam laman resmi FIFA, mengatakan, pasukannya berada tepat diposisi yang diinginkan. ” Inilah alasan kami datang kesini dan para pemain memiliki tanggung jawab untuk melakukan segala yang mereka bisa agar melangkah sejauh mungkin. Kami berhasil melewati satu rintangan besar,” ujar Legenda sepakbola Prancis itu.

Tiga semi final berturut turut tentu pencapaian sangat bagus. Kapten Prancis, Kyllian Mbappe menuturkan dirinya dalam kondisi 100 % dan siap membungkam kritik. Ia bersama kawannya, bertekad membalas kekalahan Prancis sebelumnya serta membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemin terbaik di dunia. Partai semi final ini kesempatan emas untuk membawa Les Bleus ke final.

Analisis Bola Eddy Lahengko, Wartawan Senior di Jakarta.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan