Kresna Budi Dukung Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, Syaratkan Pakai APBN

2 hours ago 2

Bali Tribune / PELABUHAN – Suasana Pelabuhan Celukan Bawang.

balitribune.co.id I Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng, Bali. Namun, ia menegaskan agar proyek infrastruktur tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bali.

Menurut Kresna Budi, optimalisasi Pelabuhan Celukan Bawang merupakan langkah strategis untuk mengurai persoalan kemacetan di Gilimanuk, Jembrana, termasuk urusan logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Bali Utara. 

"Menurut pandangan saya, cara penguraian yang paling tepat adalah memaksimalkan Pelabuhan Celukan Bawang. Ini bukan hanya untuk antisipasi jangka pendek seperti Idul Fitri saja, tetapi untuk antisipasi jangka menengah dan panjang. Jangan sampai masalah kemacetan logistik terjadi lagi," ujarnya, Sabtu (11/5/2026).

Politisi Partai Golkar tersebut juga mendukung rencana penambahan tiga hingga empat dermaga baru serta peningkatan status pelabuhan. Ia menilai keberadaan pelabuhan memiliki peran vital terhadap perkembangan ekonomi suatu daerah. Kemajuan suatu wilayah sangat ditentukan oleh pelabuhannya. "Kalau jalurnya macet, ekonomi mandek. Tapi kalau jalurnya dibuka, ekonomi pasti lancar," tambahnya.

Selain itu menurut Kresna Budi,  pembangunan pelabuhan berskala besar seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui kementerian terkait maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bukan menjadi beban daerah. "Peranan itu kan ranahnya Pelindo, seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Perusahaannya kan di bawah kementerian. Jangan dong duit Bali yang dipakai untuk itu. Anggaran dari kementerian yang harus dibawa ke Bali supaya ekonomi kita lebih hidup," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi APBD Bali saat ini masih terbatas sehingga perlu difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur jalan. "Kalau APBD dipakai untuk membangun pelabuhan, sementara kondisi keuangan kita sedang keteteran, itu kurang tepat. Biarlah anggaran daerah digunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Semuanya punya peran masing-masing," jelasnya.

Kresna Budi menilai keberhasilan seorang kepala daerah dapat dilihat dari kemampuannya menghadirkan anggaran pusat untuk pembangunan daerah. Keberhasilan seorang pemimpin adalah mampu menarik anggaran pusat ke daerah. "Kita serahkan proyek dari Kementerian Perhubungan, baik darat maupun laut, untuk Buleleng. Kita sangat dukung. Bukan berarti kita tidak setuju dengan pembangunan, tetapi kita butuh anggaran kementerian untuk infrastruktur di Bali," tandasnya. 

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan