SHNet, Jakarta – Semangat kolaborasi lintas budaya mewarnai panggung BRI JF3 Fashion Festival 2026 melalui peluncuran koleksi GARUDA, hasil kolaborasi desainer Indonesia Beatrice Angelica, pendiri NOEN, dengan desainer Prancis Mickael “Marlon” Nana, pendiri MARLON NANA.
Koleksi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat tampil modern tanpa kehilangan identitasnya.
GARUDA lahir dari PINTU Residency Programme, sebuah program kolaborasi antara Institut Français Indonesia dan Lakon Indonesia by Thresia Mareta yang mendorong pertukaran kreativitas antara Indonesia dan Prancis. Melalui proyek ini, kedua desainer menghadirkan dialog budaya yang diterjemahkan ke dalam karya fesyen yang memadukan teknik tailoring khas Eropa dengan kekayaan tekstil tradisional Nusantara.
Mengambil nama dari lambang negara Indonesia, Garuda, koleksi ini mengusung semangat “Bhinneka Tunggal Ika” atau Unity in Diversity. Filosofi tersebut diwujudkan dalam perpaduan harmonis antara estetika Timur dan Barat yang saling melengkapi, bukan saling bertentangan.
Beatrice Angelica pada BRI JF3 Fashion Festival 2026. (Ist)Inspirasi koleksi GARUDA berasal dari foto-foto arsip Indonesia pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang memperlihatkan bagaimana busana tradisional Nusantara dan gaya berpakaian Eropa pernah hidup berdampingan secara alami. Berbagai teknik draping, siluet berbalut kain, hingga tekstil buatan tangan diinterpretasikan ulang dalam tampilan yang lebih modern.
Tak hanya itu, sentuhan artistik juga dipengaruhi gaya ikonik musisi dunia seperti Lenny Kravitz, Erykah Badu, dan Lauryn Hill yang dikenal piawai memadukan warisan budaya dengan gaya kontemporer. Sementara struktur busana mengadopsi tailoring Eropa era 1970-an hingga 1980-an yang tegas dan berkarakter, diperkaya dengan kelembutan teknik kriya Indonesia.
Sebanyak 10 tampilan ready-to-wear diperkenalkan dalam koleksi ini, terdiri dari lima busana perempuan dan lima busana pria. Siluet bahu lebar, jaket berstruktur, serta celana longgar berpadu dengan teknik draping khas Indonesia yang menghasilkan tampilan modern sekaligus elegan.
Keistimewaan koleksi GARUDA juga terletak pada penggunaan tiga kain eksklusif hasil tenun tangan para perajin perempuan di Lombok. Menggunakan teknik Songket dan Tenun tradisional berbahan katun dengan pewarna alami, setiap kain menampilkan motif Garuda yang dirancang khusus dan diperkaya dengan bordir beludru.
Material seperti kain tailoring, denim, beludru, kain tenun, hingga technical outerwear dipadukan untuk menghadirkan tekstur yang kaya dan siluet yang artistik, sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi dapat dihadirkan dalam bahasa fesyen masa kini.
Aspek keberlanjutan juga menjadi fondasi utama koleksi ini. Melalui kerja sama dengan komunitas penenun di Lombok, proyek GARUDA tidak hanya menghasilkan karya fesyen, tetapi juga membantu melestarikan teknik tenun tradisional, memperkuat ekonomi perajin lokal, serta membuka peluang baru bagi regenerasi pengrajin Indonesia.
Kolaborasi ini turut melibatkan sejumlah perajin Indonesia lainnya, di antaranya Lului Studio milik Lidya Yuniaty Nainggolan yang menciptakan aksesori chainmail berbahan manik-manik, serta Zab’a Craft karya Chici Fitria yang menghadirkan jaket rajut sebagai bagian dari koleksi. Kehadiran para artisan tersebut semakin menegaskan komitmen GARUDA dalam mengangkat kualitas kriya Indonesia ke panggung internasional.
Melalui GARUDA, Mickael Nana dan Beatrice Angelica membuktikan bahwa fesyen bukan sekadar soal estetika, melainkan media dialog budaya yang mampu menjembatani tradisi dan inovasi. Koleksi ini menjadi simbol bagaimana keberagaman dapat melahirkan identitas baru yang kuat, relevan, dan berdaya saing di industri fesyen global.
BRI JF3 Fashion Festival sendiri merupakan inisiatif Summarecon yang didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Festival ini terus menjadi panggung strategis bagi lahirnya kolaborasi internasional dan penguatan ekosistem fesyen Indonesia menuju pasar dunia. (Stevani Elisabeth)


















































