Ketua Seksi Acara Sri Sugiarti: Begini Rincian 3 Hari Kebumen Travel Mart (KTM) 2026

7 hours ago 2

SHNet, Jakarta- Ketua Seksi Acara Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 Sri Sugiarti menjelaskan detail acara KTM 2026  yang akan berlangsung selama tiga hari pada 27-29 Agustus 2026 di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Pelaksanaan tiga hari ini akan membuat Kebumen mengguncang publik nasional dan juga internasional karena akan ada buyer dari luar negeri juga.

Sri Sugiarti dalam keterangan pers bersama Ketua Panitia, M. wahid Supriyadi pada akhir pekan ini mengatakan KTM 2026 ini  mengusung konsep kolaborasi antara Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C) dengan melibatkan masyarakat secara luas.

Secara detail, Sri Sugiarti menjelaskan acara Tiga hari KTM 2026. Pada hari pertama, atau tepatnya 27 Agustus 2026, akan digelar opening ceremony yang lebih formal yang dilaksanakan EO namun kami B2C juga ada sehingga membuat daya tarik dengan menghadirkan seni budaya Kabupaten Kebumen.

Sebelum dibuka secara resmi KTM 2026 dihadirkan lebih dulu seni tari khas Kebumen yang memiliki beberapa tarian tetapi untuk pembukaan disajikan “Tari Walet”. Seni tari khas Kebumen juga akan disajikan selama tiga hari berturut-turut. “Tari walet sesuai dengan ikon Kabupaten Kebumen berupa walet yang juga penghasil sarang walet yang diambil dari alam liar,”katanya.

Dalam kegiatan KTM 2026, ada dua tempat pentas dan hiburan yang pertama di dalam Benteng Van Der Wijck dengan dibuat panggung utama, Di luar benteng, dihadirkan stand UMKM. Stan UMKM yang hadir di dalam benteng juga ada. “Kami berharap kegiatan ini bukan hanya disajikan untuk menarik para wisatawan tetapi menarik minat masyarakat Kebumen khususnya dan sekitarnya. Untuk menarik wisatawan, panitia menghadirkan seni budaya Kebumen selama tiga hari,”tambahnya.

Selain menghadirkan seni budaya, kami juga mengenalkan dan menyajikan makanan atau kuliner khas Kebumen. Sejumlah stand akan menghadirkan beragam kuliner khas Kebumen.

Dengan mengenalkan kuliner khas Kebumen, para wisatawan bisa mencicipi dan merasakan nikmatnya kuliner lokal Kebumen. Selama ini, Kebumen dikenal dengan lokasi wisatanya yang bagus dan juga akomodasinya, wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas Kebumen, “Kita tahu Kebumen memiliki kuliner lokal yang enak dan murah. Kita akan kenalkan Nasi Megono, Pecel, Gejos, dan banyak kuliner khas Kebumen yang enak dan menarik,” kata Sugiarti.

Sementara itu, kegiatan seremonial yang dilaksanakan di dalam Benteng Van Der Wijck tepatnya di panggung utama ada kegiatan tabletop. Panitia juga menggelar kegiatan sosial yang melibatkan para penyandang disabilitas dengan menghadirkan kegiatan lomba melukis.

Lomba melukis akan mengambil tema sejarah Benteng Van Der Wijck, Dari 50 peserta akan ditantang imajinasinya terkait dengan benteng bersejarah Van Der Wijck. Karena kegiatan dilaksanakan sehari juga menghadirkan lomba membuat Sate Ambal yang merupakan sate khas Kebumen.

Lomba membuat sate Ambal akan menjadi daya tarik sendiri yang bertepatan dengan bulan Proklamasi RI, Ini dilaksanakan dengan menggandeng komunitas lokal dan pelibatan aktif warga Kebumen. “Alhamdulillah dari 18 kegiatan ini dengan prioritas utama pelibatan masyarakat Kebumen. Dalam lomba membuat sate Ambal akan melibatkan tiga kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Kebumen yakni kecamatan Gombong, Kuwarasan dan Sempor,” jelas Sugiarti.

Ketua Seksi Acara KTM 2026 Sri Sugiarti dan Keua Panitia KTM 2026 M.Wahid Supriyadi (kedua kiri) bersama wartawan

Dalam tiga hari, tiga kecamatan juga menggelar lomba merias tumpeng antar-desa dan tumpengnya dibawa ke kegiatan KTM 2026. Diharapkan juri berasal dari tokoh perempuan salah satunya mantan Bupati Kebumen Rustriningsih.

Pada hari pertama dilaksanakan di panggung UMKM dan pada pukul 14.00 WIB akan digelar Kirab Budaya yang mengisahkan sejarah Benteng Van Der Wijck dan masyarakat sekitar tentang bagaimana perjalanan masa kolonial hingga masa kini. Konsep kirab budaya menghadirkan flashmob.

Kegiatan kirab budaya yang mengisahkan sejarah Benteng Van Der Wijck akan divideokan atau direkam dan hasilnya akan diberikan kepada InJourney Airports atau PT Angkasa Pura Indonesia dan ditayangkan di sejumlah bandara di Indonesia,

Tayangan kirab budaya Kebumen bisa menjadi sarana promosi wisata dan investasi Kebumen. Kegiatan ada 1.500 meter dan 18 titik yang menceritakan masa primitif, kerajaan, perjuangan dan masa keislaman, masa kolonial, dan hingga masa kini.

Para tamu undangan tidak diberi nasi boks tetapi mendapat voucher agar bisa menikmati beragam kuliner khas Kebumen yang disediakan UMKM. Setiap UMKM harus menyajikan makanan khas Kebumen yang berbeda.

Famtrip ke Sejumlah Destinasi Wisata

Hari berikutnya, lanjut Sri Sugiarti, pagi-pagi sudah ada acara. Dari EO, juga melaksanakan kegiatan Famtrip dengan mengunjungi sejumlah lokasi wisata,  Panggung utama dan panggung UMKM berjalan bersamaan dan menampilkan sejumlah acara yang menarik pengunjung.

Pada hari Jumat pagi (28/8/2026) ada kegiatan lomba mewarnai temanya tetap sejarah dari Benteng Van Der Wijck yang diikuti peserta para pelajar TK dan SD dan dua kategori yang dilaksanakan di panggung utama. “Setelah itu, ada business matching kalau di dalam benteng terkait dengan sektor pariwisata dengan menghadirkan narasumber dari BKPM, Badan Pariwisata Nasional, dan narasumber lainnya pada hari pertama,” papar Sugiarti.

Pada hari kedua business matching mengangkat tema UMKM dengan bidang pendampinngan  pelaku UMKM untuk melek ekspor dan narasumbernya Wahid Supriyadi dan Country Director Mutigo Indonesia, Masni Eritrina, dan Miyoto, tokoh dan pengusaha asal Kebumen yang juga menjabat Presdir CV Sagung Seto.

Materi untuk memberi suntikan kepada pelaku UMKM Kebumen agar bisa produknya go global atau ke pasar mancanegara dan juga bagaimana persyaratan agar produk UMKM bisa diterima di pasar global dan diekspor. Selain itu, KTM 2026 juga mengundang sejumlah buyer baik domestik maupun dari luar negeri.

Di dalam benteng, tetap menghadirkan pentas seni. Dalam pentas seni, pihak panitia memberi wadah bagi para seniman dan talenta lokal untuk menampilkan bakat dan kemampuan seninya di atas panggung KTM 2026.

Kegiatan malam berlanjut dan stand UMKM juga membutuhkan kedatangan pembeli sehingga KTM 2026 dibuat tetap semarak dan menarik. Panitia juga akan mengundang para artis yang sudah terkenal dari Kebumen sendiri yang sedang viral. Pada pukul 19.00 WIB, panggung utama KTM 2026 menghadirkan tontonan yang menarik berupa Magic Show yang pemain ternyata berasal dari Kebumen dan terkenal di sejumlah daerah.

Masih pada hari Jumat, pada kegiatan di luar benteng, ada juga seni budaya yang dilaksanakan oleh pihak Kebumen dan pengunjungnya banyak. Seni budaya Ebleg yang merupakan kombinasi tarian dn kuda lumping asal Kebumen akan menyemarakan KTM 2026. Biasanya ada tradisi warga turut ‘mendem” atau trance yang turut menari dalam keadaan setengah tak sadar karena mengandung unsur mistis dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Senam Massal

Lebih lanjut dijelaskan, pada hari Sabtu atau hari ketiga, pada pagi harinya digelar kegiatan senam massal yang melibatkan 1.500 peserta dan turut pula dihadirkan UMKM dan seni Ebleg juga digelar lagi, Pada malam harinya diadakan pergelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dua dalang Ki Danesworo dan Ki Herjuno. Salah satunya dalangnya saat masih cilik pernah tampil di Kota Moskow, Rusia, dan dia belajar mendalang secara otodidak.

Kegiatan ini merangkul semua lini dan unsur ada kegiatan dari anak hingga orang tua dan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya,  “Walaupun ini yang pertama kali mudah-mudahan menjadi kegiatan yang terbaik. Apalagi Pemda Kebumen juga menyambut dengan baik,” kata Sugiarti.

Sejauh ini ada 40 UMKM yang sudah dikurasi untuk menyemarakkan KTM 2026 melalui dinas Pemda Kebumen dan selain itu ada UMKM yang akan dikurasi yang produk diharap bisa tembus ekspor dan dikenalkan kepada buyer dari luar negeri.

Jelang satu bulan pelaksanaan KTM 2026, sejumlah tamu dan pengunjung dari luar Kebumen sudah book hotel dan tiket pesawat. Pengunjung akan berdatangan apalagi IWAKK WE yang anggota tersebar di Jabodetabek dan daerah lainnya di luar Kebumen juga akan mengundang anggotanya menghadiri KTM 2026. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan