Kementan dan KAHMI Bahas Pengembangan Komoditas Bernilai Tinggi untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

11 hours ago 26

Kendaripos.co.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membahas pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi sebagai upaya meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Abdullah Puteh, menyampaikan bahwa pihaknya melihat sejumlah tantangan yang masih dihadapi petani di lapangan, mulai dari keterbatasan lahan, akses pengetahuan budi daya, hingga permodalan. Menurutnya, salah satu solusi yang didorong adalah pengembangan komoditas yang relatif cepat menghasilkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti tanaman rempah dan perkebunan.

“Kami dari Presidium Nasional KAHMI beraudiensi dengan Pak Menteri untuk menyampaikan program yang kami rancang yaitu food estate regional atau Desa Asta Cita. Program ini menjadi pilot project bagi petani di desa-desa untuk menanam tanaman yang hasilnya tinggi, pasarnya jelas, dan dapat dijangkau petani,” kata Abdullah usai audiensi bersama Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal program tersebut akan dilaksanakan di tujuh provinsi, antara lain Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Aceh. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian desa yang dapat diadopsi di berbagai daerah.

Selain itu, KAHMI juga berkomitmen melakukan pendampingan kepada masyarakat agar proses budi daya dilakukan secara lebih modern, tidak lagi semata-mata menggunakan cara tradisional, tetapi dengan pendekatan teknologi dan manajemen usaha tani yang lebih baik.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan