IMDE-Majalah CIA Kolaborasi Gelar Pelatihan Foto Jurnalistik bagi Wartawan Junior

6 hours ago 2

SHNet, Jakarta-Institut Media Digital Emtek (IMDE) kembali menjalin kolaborasi dengan Majalah CIA (Cahaya Inspirasi Anak). Kali ini menggelar acara “Kelas Fotografi Jurnalistik” bagi warawan junior atau Warior di Kampus IMDE, Jakarta Barat, Kamis (30 Juli 2026).

Sembilan Warior dari berbagai sekolah dasar dengan tekun mengikuti kelas yang langsung diberikan oleh dosen fotografi IMDE, Erwin Mulyadi, S.Si , M.I.Kom dan dosen jurnalisme IMDE, drs, Suradi,M.S,i.

Selama sekitar 45 menit, Erwin Mulyadi memberikan trik dan tips mengambil foto dengan telepon pintar atau gawai untuk kepentingan foto jurnalistik. Sedangkan rekannya, Suradi khusus menambahkan materi mengenai caption atau keterangan foto, sesuai dengan prinsip jurnalistik.

Usai pemaparan di kelas, para Warior melakukna praktik langsung mengambil foto di luar lingkungan kampus IMDE, sambil dibimbing Erwin Mulyadi dan Suradi, serta dosen IMDE Safrudiningsih. Peserta kelas foto jurnalistik ini bebas mengambil obyek foto, termasuk angle atau sudut pandang pengambilannya.

Para warior diberi tugas untuk membuat keterangan foto dan nantinya hasil foto dan keterangannya dikirim ke dosen pemateri yakni Erwin Mulyani dan Suradi untuk mendapat kurasi dan penilaian.

Arus Informasi Bisa Dipercaya

Acara kelas foto jurnalistik dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IMDE, Ir. Ciptono Setyobudi SE., MT dan didampingi Sekretaris LPPM, Safrudiningsih, S.S, M.I.Kom.

Ketua LPPM IMDE, Ciptono Setyobudi ketika memberikan sambutan pembukaan kelas foto jurnalistik IMDE-CIA di Kampus IMDE, Jakarta, Kamis (30/07/2026)

Ciptono Setyobudi mengatakan, kegiatan fotografi jurnalistik yang terselenggara atas kerja sama antara Kampus IMDE dan Majalah CIA merupakan kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan dan media dalam memberikan ruang belajar yang kreatif, menyenangkan, dan bermanfaat bagi anak-anak.

“Kegiatan Fotografi jurnalistik mengajarkan hal-hal menarik, memilih momen yang tepat, dan menyampaikan kenyataan melalui gambar secara jujur dan bertanggung jawab,” kata dosen yang akrab disapa Pak Cip ini.

Lebih dari itu, lanjut Ciptono, kegiatan ini diharapkan dapat melatih keberanian, kreativitas, ketelitian, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta mengajak anak-anak untuk menggunakan kamera dan teknologi secara positif.

Sementara Erwin Mulyadi dalam paparan mengenai fotografi jurnalistik mengatakan, di jaman serba digital saat ini, penyebaran informasi begitu cepat dan kadang tidak mengikuti kaidah liputan yang baik. Dampaknya informasi yang tidak relevan, atau disajikan tidak obyektif, menjadi hal yang tidak semestinya dikonsumsi banyak khalayak. “Maka edukasi tentang pentingnya membuat foto jurnalistik khususnya pada khalayak muda menjadi penting dalam menjaga arus informasi yang bisa dipercaya,” ujar dosen fotografi IMDE ini.

Dosen Fotografi IMDE, Erwin Mulyadi saat memberikan materi fotografi dengan menggunakan gawai pada acara kelas Foto Jurnalistik di Kampus IMDE,Jakarta, Kamis (30/07/2026)

Erwin mengatakan, kemudahan penggunaan smartphone untuk membuat foto yang cepat dan cukup bagus dalam standar kualitas teknis, ditambah akses internet yang semakin merata, membuat siapa saja bisa mengambil foto dan membagikannya. Masalahnya adalah, pengguna smartphone ini tetap perlu dibekali tips mengambil foto yang mengutamakan momen dan pencahayaan alami, supaya mampu menghasilkan foto jurnalitik yang memenuhi kriteria foto yang baik.

“Memahami foto jurnalistik artinya mampu memakai kamera yang ada, dengan pengambilan yang obyektif dan mengandung unsur berita, untuk disampaikan ke banyak orang melalui media,” kata Erwin.

Selain harus menguasai teknik pengambilan fotonya, lanjut Erwin, jurnalis yang baik tentu tetap harus memiliki sense of journalism dalam meliput, memframing dan menyeleksi fotonya secara obyektif dan informatif. Maka itu di jaman seperti sekarang ini fotografi jurnalistik tetap perlu untuk dipelajari dan diterapkan bahkan oleh orang yang bukan jurnalis sekalipun.

Dosen Jurnalistik dan Wawancara IMDE, Suradi saat memberikan paparan tentang ‘Caption” atau keterangan foto dalam acara kelas Foto Jurnalistik di Kampus IMDE, Kamis (30/07/2026)

Sedangkan Suradi menambahkan pentingnya membuat eterangan pada foto atau caption yang tepat, lugas, dan efektif sesuai kaidah rumus penulisan jurnalistik yakni 5W+1H. Dengan memberi keterangan yang tepat ada foto, pembaca akan lebih memahami narasi berita yang disajikan.

Suradi memeberikan sejumlah contoh dan tips bagaimana menuliskan keterangan foto yang tidak menimbulkan salah tafsir pembaca. Dalam kelas jurnalsitik foto, Suradi mengingatkan agar Warior juga menghindari opini dalam menulis caption.
“Dengan menambah foto dan keterangannya yang valid, maka nilai berita dan juga nilai foto yang ditampilkan lebih bermakna,” tambah Suradi.

Dicontohkan, apabila ada foto yang memperlihatkan tiga orang, maka tiga orang tersebut harus ditulis namanya semua secara benar, termasuk profesi dan latar belakangnya. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan