KENDARIPOS. CO. ID -- Iran terus membombardir wilayah Israel. Tidak hanya di ibukota Tel Aviv, wilayah lain tak luput dari sasaran. Terbaru, di wilayah Galilea. Media Israel melaporkan kalau jumlah orang yang terluka akibat roket yang jatuh di wilayah Israel utara telah meningkat menjadi 80 orang.
Media-media tersebut juga melaporkan bahwa ratusan rumah di wilayah Galilea di Israel utara rusak akibat roket dalam serangan serentak yang dikaitkan dengan peluncuran rudal oleh Iran dan Hizbullah.
Bobolnya sistem pertahanan Israel ini memicu ketegangan antara otoritas lokal dan tentara Israel mengenai cara mengelola situasi keamanan.
Media Israel melaporkan kalau sekitar 300 rumah rusak di Galilea akibat roket yang jatuh di sebuah bangunan, sementara layanan ambulans Israel melaporkan kalau 80 orang pemukim Yahudi Israel terluka dengan berbagai tingkat keparahan akibat insiden tersebut.
Media menjelaskan kalau serangan itu merupakan bagian dari tiga gelombang roket beruntun yang menargetkan Israel utara dalam waktu satu jam pada Jumat dini hari.
Pada saat yang sama, laporan media Israel mencatat bahwa sebuah bangunan di daerah Kiryat Tivon dekat kota Haifa rusak setelah terkena roket, tanpa ada laporan korban luka.
Media Israel juga melaporkan pada Jumat pagi bahwa sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran yang menargetkan Eilat dan Lembah Arava berhasil dicegat, tanpa ada laporan korban luka.
Channel 12 mengungkap pertengkaran verbal sengit yang terjadi antara kepala otoritas lokal di Israel utara dan komandan Divisi Galilea di militer, Yuval Gaz.


















































