“Fuchsia”, 25 Tahun Perjalanan Kreatif Billy Tjong Meriahkan JF3 2026

10 hours ago 8

SHNet, Jakarta— Merayakan seperempat abad kiprahnya di industri busana tanah air, perancang mode Billy Tjong menampilkan koleksi terbarunya bertajuk FUCHSIA – A Journey of Growth pada ajang JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Koleksi ini menjadi cerminan perjalanan hidup dan proses kreatif Billy selama 25 tahun—mulai dari kenangan masa kecil, perjalanan karier desainer, dinamika masa pandemi, kiprahnya sebagai pendidik, hingga keberaniannya kembali melangkah sebagai seorang wirausahawan.

Inspirasi nama dan warna utama koleksi ini berakar dari kenangan masa kecil Billy saat berusia sepuluh tahun. Kala membantu menjaga toko kosmetik keluarga, ia terpikat oleh kemasan produk lokal berwarna fuchsia yang berani dan mencolok. Warna tersebut mengendap puluhan tahun dalam ingatannya hingga akhirnya menjadi benang merah koleksi perayaan ini.

“Kadang inspirasi terbesar datang dari hal yang paling sederhana. Kita tidak pernah tahu kenangan mana yang akan menemani kita seumur hidup,” ujar Billy Tjong dalam keterangan resminya.

Sebanyak 28 ragaan busana (look) ditampilkan di panggung peragaan busana JF3. Menariknya, 12 di antaranya merupakan karya para siswa dari Billy Tjong Fashion Lab, lembaga pendidikan mode yang ia dirikan saat industri sempat melambat di masa pandemi.

Akreditasi Foto: Tim Muara Bagdja

Tak hanya itu, salah satu busana yang tampil malam itu lahir dari hasil sayembara desain di platform Threads yang dikembangkan secara kolaboratif. Langkah ini menegaskan komitmen Billy dalam membuka ruang bagi generasi baru perancang mode Indonesia.

Eksplorasi Visual: Siluet Fit-and-Flare hingga Sentuhan DTF Metalik

Secara visual, koleksi FUCHSIA memadukan rona fuchsia dengan sentuhan merah hangat yang memberi kesan berani. Garis rancangan didominasi oleh siluet fit-and-flare serta konstruksi corset yang telah lama menjadi ciri khas desain Billy Tjong.

(Akreditasi Foto: Tim Muara Bagdja)
(Akreditasi foto: Tim Muara Bagdja)

Eksplorasi material—yang didukung penuh oleh Dpalais Moda, Bandung—menampilkan perpaduan jacquard, organza, tulle organza dengan aksen DTF metalik, lace, dan tulle. Detail busana makin diperkaya melalui aplikasi bunga tiga dimensi, teknik sulam payet (beading embroidery), hingga teknik drapery pada dartless bustier.

Penghormatan Emosional untuk Sang Ibu

Sebagai penutup peragaan (finale), Billy menghadirkan sebuah kebaya rajut bersiluet sederhana dan tenang. Busana ini merupakan persembahan personal khusus untuk sang ibu—seorang mantan penjahit kebaya dan pendidik yang kini mendekati usia satu abad—yang hadir langsung menyaksikan peragaan tersebut.

Bagi Billy, sosok ibunya adalah pemantik utama yang mengajarkan nilai ketekunan, kesabaran, dan semangat berbagi ilmu.

Sebagai kelanjutan dari perayaan 25 tahun berkarya ini, Billy Tjong juga bersiap merilis sebuah buku otobiografi yang merangkum kisah perjalanan, filosofi, serta pelajaran hidup yang ia petik selama seperempat abad mewarnai industri mode Indonesia. (Stevani Elisabeth/Akreditasi foto: Tim Muara Bagdja)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan