Banyak Pendaki Tersesat hingga Tewas, Polres Tabanan Perketat Aturan Mendaki Gunung Batukaru

7 hours ago 8

Bali Tribune / Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati.

balitribune.co.id I Tabanan – Polres Tabanan mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap seluruh aktivitas pendakian di lereng Gunung Batukaru menyusul tingginya intensitas kecelakaan yang dialami pendaki dalam beberapa waktu terakhir.

Rencana ini dicetuskan untuk menekan angka kejadian pendaki tersesat hingga hilangnya nyawa, termasuk menyusul temuan jenazah Mr. X yang diduga kuat merupakan warga negara Afrika Selatan.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pendakian dirasa perlu dilakukan. Pihaknya akan menggandeng pemerintah daerah serta desa adat setempat untuk merumuskan aturan baru guna memastikan keamanan para pecinta alam yang melintasi jalur tersebut. "Saya berencana dengan steakholder, mungkin dengan Pemkab Tabanan maupun pihak desa adat, untuk memperketat aturan mengenai aktivitas pendakian," ujar Bayu Pati pada Minggu (5/7/2026).

Salah satu poin utama dalam rencana pengetatan aturan tersebut adalah pengalihan seluruh akses pendakian menjadi satu pintu utama. Langkah ini diambil karena saat ini terdapat beberapa pintu masuk menuju puncak Batukaru yang membuat proses pendataan terhadap para pendaki menjadi tidak terorganisir dengan baik. "Kami ingin cek kembali agar proses pendakian ini bisa diarahkan pada satu pintu," tegas Bayu.

Melalui sistem satu pintu ini, petugas nantinya dapat melakukan pengawasan secara mendetail mulai dari jam keberangkatan hingga kepulangan pendaki. “Semuanya tercatat di sana,” imbuhnya.

Selain pendataan waktu, aturan ini juga akan menyasar pada penilaian kecakapan atau skill individu para pendaki sebelum diizinkan memulai perjalanan. Calon pendaki yang dinilai belum memiliki pengalaman mumpuni nantinya diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu lokal demi keselamatan mereka.“Dengan catatan itu harus disampaikan dalam formulir yang tercatat di pintu masuk itu,” jelasnya.

Penerapan ketentuan seperti ini juga akan bermanfaat untuk memudahkan tim penyelamat dalam memberikan bantuan darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah hutan. “Jadi quick respon,” ringkasnya.

Ia menyebutkan, evaluasi bersama akan segera dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai standar dan prosedur pendakian yang aman bagi semua pihak. “Ini untuk kenyamanan bersama. Kami ingin ada kesamaan persepsi,” tandasnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga terus memberikan perhatian khusus terhadap kasus penemuan jenazah Mr. X di wilayah Jatiluwih yang sejauh ini belum terungkap secara medis. Petugas masih menanti kepastian mengenai penyebab kematian korban sembari terus melakukan penelusuran identitas melalui jalur koordinasi resmi. “Kami masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit,” katanya.

Meskipun hasil medis belum keluar, polisi telah menemukan kecocokan antara barang bawaan yang ditemukan di lokasi kejadian dengan data perlintasan dari pihak Imigrasi. “Memang ada kesesuaian antara barang-barang yang dibawa jenazah itu dengan hasil koordinasi kami dengan pihak Imigrasi. Bahkan, kami juga sudah bersurat ke Konsulat Afrika Selatan,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan